Jum'at, 23 Juni 2017

Penumpang Mudik Gratis Kapal Laut di Pelabuhan Tanjungwangi Membludak

Senin, 19 Juni 2017 15:12:16 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Penumpang Mudik Gratis Kapal Laut di Pelabuhan Tanjungwangi Membludak

Banyuwangi (beritajatim.com) - Dari slot 150 penumpang yang ditetapkan oleh pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Kalipuro, Banyuwangi, masih banyak pemudik yang belum dapat tempat pada pelayaran perdana ini. Animo pemudik tujuan pulau kecil di kepulauan Madura itu cukup banyak, mereka harus terpaksa ikut pada gelombang selanjutnya.

Pasalnya, dalam aturan keselamatan disesuaikan dengan daya angkut tiap kapal. Sehingga penumpang hanya dibatasi sebanyak 150 orang saja. "Mudik gratis ini merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur. Kapal yang digunakan pada pemberangkatan perdana ini adalam satu Kapal KM. Prima Nusantara 01. Alhamdulillah semua bisa terangkut," jelas Kepala KSOP Tanjungwangi, Ugan Sugiyana, Senin (19/6/2017).

Ugan menyebutkan, peminat mudik gratis tujuan beberapa daerah seperti Pulau Sapeken ini memang begitu membludak. Sehingga, KSOP memastikan hampir semua tiket yang disediakan telah antri peminat. "Dari tujuh voyage yang kami jadwalkan untuk hari ini semua telah tercukupi yakni sebanyak 150 penumpang. Namun bagi penumpang yang lain masih ada pemberangkatan tanggal berikutnya yakni tanggal 21, 23, 27, 29, tanggal 1 dan 3 Juli," ungkapnya.

Menurut Ugan, untuk pemesanan tiket kapal mudik gratis pada tanggal 21 dan 23 Juni 2017 sudah terisi hampir 90 persen. Sedangkan tanggal 27 Juni 2017, baru terisi 20 persen saja. "Kita masih membuka pendaftaran tiket mudik gratis. Semua mendaftar sesuai tanggal yang dipesan," katanya.

Cara memesan tiket, lanjut Ugan, mereka harus menyertakan kartu identitas yang jelas sesuai dengan data pribadi. "Termasuk bayi juga harus didaftarkan untuk mengisi data manifest. Kami tidak membatasi siapa saja yang akan mendaftar, jadi pakai KTP, KK, Paspor atau surat nikah juga diperbolehkan," ujarnya.

Sementara itu, terdapat aturan lain yang harus ditaati oleh para calon penumpang. Misalnya, barang bawaan yang harus dibawa dibatasi hanya 20 kilogram. Meskipun demikian masih banyak penumpang yang kedapatan melebihi jatah yang ditentukan. "Kita larang membawa kendaraan bermotor dan barang berbahaya. Kalau barang kita batasi hanya 20 kilogram," terangnya.

Sebenarnya, di Pelabuhan Tanjungwangi ini ada pelayaran reguler menggunakan kapal Pelni KM. Sabuk Nusantara 27 dan 56. Namun, karena satu kapal masih doking sehingga rencananya hanya akan berangkat satu kapal.

"Mereka yang tidak terangkut pada mudik gratis bisa menggunakan angkutan kapal reguler dengan tujuan sama. Mestinya dua kapal, tapi nanti yang berlayar hanya KM Sabuk Nusantara 56, pada tanggal 23 Juni 2017 jam 7.00 WIB," tambahnya.

Jika perjalanan lancar, para pemudik kapal laut tujuan Pulau Sapeken dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Madura ini akan menempuh waktu 10-12 jam. (rin/kun)

Komentar

?>