Jum'at, 23 Juni 2017

Isak Tangis Sambut Kedatangan 8 Korban Laka Maut di Bali

Minggu, 18 Juni 2017 20:12:43 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - Isak tangis menyambut kedatangan delapan orang warga Kabupaten Jember yang menjadi korban kecelakaan maut di Bali, Minggu (18/6/2017) sore.

Delapan orang tersebut adalah Suwari, Ahmad Haris, Faris Aryadi (warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti), Subagyo, Tohari, Abdul Rozak (warga Desa Suci, Kecamatan Panti), Ahmad Zaini, dan Jumari (warfa Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi).

Rumah Suwari dan Faris berdekatan. Suasana duka sangat terasa, saat jenazah dikeluarkan dari mobil ambulance. Para perempuan menangis bersahutan dengan kalimat tauhid yang dikumandangkan sejumlah warga yang ada di rumah duka. Jenazah dimakamkan hari ini juga.

Kecelakaan terjadi pada Sabtu (17/6/2017), sekitar pukul sembilan malam WITA. Saat itu, kendaraan travel Isuzu Elf bernopol S 7485 N yang dikendarai Ahmad Haris bertabrakan dengan truk tronton bernopol DK 9455 WL yang bermuatan semen.

Elf yang mengangkut warga Jember yang hendak mudik dari arah Denpasar ke Gilimanuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan terbalik dan menabrak truk tronton dari arah berlawanan. Delapan orang meninggal dunia dan lima lainnya terluka dan masih dirawat di Jembrana.

Lima korban yang terluka saat ini dirawat di Jembrana, Bali. Empat orang adalah warga Desa Kemiri, yakni Taufik Hidayat, Joko Uswanto, M. Ridwan, dan Rizki Mubarroq, dan satu orang lagi adalah warga Desa Suci yakni Abu Amin.

Kepala Desa Kemiri Suryono mengatakan, warganya tersebut adalah pekerja musiman. "Setiap ada pembuatan bangunan di Bali, mereka meluncur ke Bali. Mereka kuli bangunan semua. Faris Aryadi ini adalah mandornya yang mengajak yang lain bekerja di Bali," katanya.

Taufik Hidayat mengabarkan kecelakaan itu kepada warga. Suryadi pun segera melakukan pendataan. [wir/kun]

Komentar

?>