Sabtu, 19 Agustus 2017

8 Warga Jember Tewas Kecelakaan di Bali

Sang Ayah Meninggal, Kelengkeng Bali Itu Tak akan Pernah Diterima Fitri

Minggu, 18 Juni 2017 16:35:39 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Sang Ayah Meninggal, Kelengkeng Bali Itu Tak akan Pernah Diterima Fitri

Jember (beritajatim.com) - Ponsel Fitri Nur Hidayah berdering, Jumat (16/6/2017) malam, setelah salat tarawih. Ayahnya Suwari mengabarkan akan pulang mudik malam keesokan harinya bersama kawan-kawannya sesama warga Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Jalur Bali-Jember bukanlah jalur asing bagi Suwari. Selama bertahun-tahun sejak masih bujang, dia biasa merantau ke Bali untuk bekerja sebagai tukang bangunan. Suwari menikah dengan Sufiani dan memiliki tiga orang anak: Ahmad Sucipto, Fitri, dan Muhammad Arif Maulana. Arif masih berusia enam tahun.

Suwari tak selalu menetap di Bali. Jika ada proyek pembangunan infrastruktur yang membutuhkan tenaganya, dia baru menyeberangi Selat Bali. Sebelum Sabtu malam maut itu, ia sudah bekerja selama tiga bulan di sebuah proyek pembangunan villa. Di sana, ia bertemu dengan sesama warga Kecamatan Panti yang juga bekerja sebagai kuli bangunan dan biasa pulang bersama jelang lebaran.

Fitri gembira mendengar sang ayah akan pulang. "Nek karo adike ojo sampek tukaran. Ngati-ati. Pak'e sesuk mulih. Njaluk opo?" kata Suwari kepada anak keduanya itu. (Jangan berkelahi dengan adikmu. Hati-hati. Bapak besok pulang. Kamu mau minta oleh-oleh apa)

Fitri minta dibawakan oleh-oleh kelengkeng Bali. Suwari mengiyakan. Si sulung, Ahmad Sucipto, tak minta apa-apa.

Sabtu malam (17/6/2017), telepon kembali berdering. Kini kabar duka. Suwari adalah salah satu dari delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Jembrana, Bali, Sabtu (17/6/2017) malam. Sekitar pukul sembilan WITA, kendaraan travel Isuzu Elf bernopol S 7485 N yang dikendarai Ahmad Haris bertabrakan dengan truk tronton bernopol DK 9455 WL yang bermuatan semen.

Elf yang mengangkut warga Jember yang hendak mudik dari arah Denpasar ke Gilimanuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan terbalik dan menabrak truk tronton dari arah berlawanan. Selain delapan orang meninggal dunia, lima penumpang lainnya terluka dan masih dirawat di Jembrana. [wir/kun]

Komentar

?>