Kamis, 29 Juni 2017

8 Warga Jember Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bali

Pangku Anak Korban Laka, Wabup Jember Teteskan Air Mata

Minggu, 18 Juni 2017 16:03:53 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pangku Anak Korban Laka, Wabup Jember Teteskan Air Mata
Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, saat tiba di Balai Desa Kemiri

Jember (beritajatim.com) - Ketegangan tampak dari wajah Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, saat tiba di Balai Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Minggu (18/6/2017) siang. Tak seperti biasanya, ia tak menebar senyum dan langsung masuk ke ruang kerja Kepala Desa Kemiri Suryono.

Di balai pertemuan, kursi-kursi sudah tersusun rapi. Para ahli waris keluarga korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Umum Jurusan Denpasar-Gilimanuk, Jembrana, Bali sudah datang. Mereka akan menerima santunan dari PT Jasa Raharja.

Muqit mengawali sambutan dengan tiga kali mengucapkan 'innalillahi wa inna ilaihi rojiun', sebelum penyerahan santunan. Ia meminta agar keluarga korban mengikhlaskan kepergian orang-orang yang mereka cintai. "Tak satu pun orang ingin mengalami musibah. Tapi takdir tak bisa dihindari. Kami sangat yakin almarhum kembali ke Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah (meninggal dunia dalam keadaan baik)," katanya, disambut ucapan 'amin' dari keluarga korban.

"Almarhum ini merantau ke Pulau Bali untuk mencari nafkah keluarga. Ini kewajiban. Jadi ikhlaskanlah. Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali mendoakan almarhum," kata Muqit.

Namun Muqit tak bisa menahan air mata saat bertamu di rumah Suwari di Desa Kemiri dan melihat Muhammad Arif Maulana. Anak bungsu Suwari dan Sufiani itu masih berusia enam tahun dan tertawa gembira melihat banyak orang di ruang tamu rumahnya. Tahun depan, Arif akan masuk sekolah dasar.

Muqit mengelus kepala Arif beberapa kali dan memangkunya. "Tidak kuat aku. Wong anaknya masih ketawa-ketawa tidak mengerti apa-apa. Itu yang membuat saya tidak kuat. Ketika ketemu istri korban menangis, saya masih kuat (untuk tidak ikut menangis)," kata Muqit kepada beritajatim.com.

Muqit meminta keluarga besar Suwari agar menjaga Arif. "Tolong anak ini jangan dilupakan. Ini adalah amanah bagi kita semua," katanya.

Kecelakaan terjadi pada Sabtu (17/6/2017), sekitar pukul sembilan malam WITA. Saat itu, kendaraan travel Isuzu Elf bernopol S 7485 N yang dikendarai Ahmad Haris bertabrakan dengan truk tronton bernopol DK 9455 WL yang bermuatan semen.

Elf yang mengangkut warga Jember yang hendak mudik dari arah Denpasar ke Gilimanuk melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan terbalik dan menabrak truk tronton dari arah berlawanan. Delapan orang meninggal dunia dan lima lainnya terluka dan masih dirawat di Jembrana. [wir/ted]

Komentar

?>