Peristiwa

Tutup 3 Bulan Lebih, Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka

Malang (beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) membuka kembali pendakian Gunung Semeru. Setelah sebelumnya ditutup sejak 3 Januari 2019, karena cuaca ekstrim di kawasan tersebut.

Kepala BB TNBTS John Kenedie mengatakan, penutupan pendakian merupakan bagian dari pelayanan TNBTS. Mengingat pendakian masuk dalam katagori wisata minat khusus sehingga sarana prasarana harus mendukung keberlangsungan pendakian.

“Misalnya, jalur pendakian, cuaca yang mendukung, serta kondisi ekologi itu sendiri menjadi perhatian serius dari pengelola,” kata John, Kamis (9/5/2019).

John mengungkapkan, berdasarkan pengamatan selama Maret sampai dengan April 2019, frekuensi hujan di seluruh kawasan TNBTS relatif menurun atau tidak begitu ekstrim. Ditambah tingginya minat masyarakat untuk melakukan pendakian, maka pengelola memutuskan untuk membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru, pada 12 Mei 2019.

“Pembukaan pendakian Gunung Semeru didahului dengan berbagai macam kesiapan pengelola untuk memastikan bahwa jalur pendakian di gunung tersebut layak dan kondusif,” ucap John.

Kegiatan-kegiatan persiapan sebelum pembukaan pendakian adalah melakukan pengecekan atau survei jalur pendakian oleh petugas TNBTS, kemudian perbaikan sarana prasarana jalur pendakian.

Selain itu juga rapat koordinasi dengan stakeholders terkait (Muspika Senduro, Polsek dan Koramil Senduro, tokoh masyarakat serta Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi / BVMBG) serta pelatihan kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh Petugas TNBTS, mitra dan volunteer TNBTS.

“Kami berharap minat masyarakat untuk melakukan pendakian dapat terwujud. Namun pendaki yang akan melakukan kegiatan harus memperhatikan dan mentaati prosedur atau peraturan yang berlaku. Juga mempersiapkan fisik dan mental,” ujar Jhon.

“Fisik dan mental perlu disiapkan mengingat pendakian adalah wisata minat khusus serta menggunakan jalur resmi. Yang lebih penting adalah ikut melestarikan ekologi kawasan TNBTS dengan tidak membuang sampah di kawasan serta tidak mengganggu flora dan fauna TNBTS,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar