Kamis, 23 Nopember 2017

Kasus 6 Santri Tenggelam, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Selasa, 30 Mei 2017 15:07:59 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Kasus 6 Santri Tenggelam, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Lokasi tenggelamnya santri.

Gresik (beritajatim.com) - Hampir sebulan aparat jajaran Kepolisian Resort (Polres) Gresik belum menetapkan tersangka kasus tenggelamnya enam santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Keenam santri Ponpes Mambaus Sholihin itu, meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan outbond yang digelar di bekas tambang galian kapur.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro menuturkan, terkait dengan kasus tersebut pihaknya menargetkan sebulan baru bisa menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian, atau unsur lain yang menyebabkan enam santri Ponpes Mambaus Sholihin meninggal dunia karena tenggelam.

"Kami menargetkan sebulan baru bisa menyimpulkan karena sampai saat ini anggota terus mendalami kasus tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi," ujarnya, Selasa (30/05/2017).

Masih menurut AKP Adam Purbantoro, selain sudah memeriksa sejumlah saksi, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah pemeriksaan selesai semua.

"Nantinya olah TKP dilakukan gabungan dari Polsek Manyar dan Polres Gresik," ujarnya.

Pasca kasus tersebut mencuat, penanganan pemeriksaan semula ditangani Polsek Manyar. Saat ini, sudah diambil oleh Satreskrim Polres Gresik. Langkah ini diambil guna memudahkan pemeriksaan. Pasalnya, di polres sudah dibentuk tim gabungan untuk mengurai penyebab meninggalnya enam santri yang tenggelam.

Seperti diberitakan, enam santri Ponpes Mambaus Sholihin tenggelam di bekas galian tambang kapur saat mengikuti kegiatan outbond yang digelar panitia setempat. Keenam santri yang meninggal itu, berasal dari kelas IX usai melaksanakan ujian sekolah. Enam santri yang meninggal dunia itu, diantaranya Saripudin Zuhri (15) asal Dlanjuk Cepu, Blora. Selanjutnya, Sholahuddin Ahmad (15) warga asal Gebang Putih, Sukolilo Surabaya. Ahmad Syafii (15) asal Babat, Lamongan. Abdul Rohman (15) asal Tambak Asri, Surabaya. Berikutnya, Yosar Ahmad Nurdiansyah asal Desa Petiken, Driyorejo, Gresik, dan Royi Amanullah (15) asal Gang Lebar, Wonocolo, Surabaya. [dny/but]

Tag : tewas gresik

Komentar

?>