Jum'at, 28 Juli 2017

Pabrik Terbakar, Inilah Limbah Kayu yang Dibuang Sembarangan

Selasa, 23 Mei 2017 23:04:42 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Pabrik Terbakar, Inilah Limbah Kayu yang Dibuang Sembarangan

Malang (beritajatim.com) - Terbakarnya pabrik pengolahan kayu dan pengolahan PT Okta di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen, menyisahkan banyak problem sosial. Yang utama adalah, ratusan warga di tempat itu tak pernah diajak berunding terkait masalah limbah asap dan debu yang keluar dari asap cerobong pabrik tersebut.

Terbakarnya pabrik pun justru disyukuri warga. Hal itu dikarenakan manajemen pabrik tak pernah memanusiakan masyarakat yang hidup cukup lama sebelum pabrik kayu berdiri. "Saya sudah lama tinggal di dekat pabrik. Sebelum pabrik kayu yang terbakar ada, saya sudah punya rumah ini," ungkap Sulistiono, warga yang rumahnya berdampingan dengan pabrik kayu yang terbakar, Selasa (23/5/2017) malam.

Nah, foto diatas adalah limba serbuk kayu yang dibuang sembarangan oleh pabrik. Meski lahan tempat pembuangan milik pabrik, jika hujan, gunungan serbuk kayu itu meluber ke depan rumah warga. Jika musim panas dan cuaca kering, angin meniupkan serbuk kayu hingga berakibat sesak nafas.

Ironisnya, selama bertahun-tahun kekecewaan warga terhadap limbah pabrik yang terbakar, seolah diabaikan. Satpam maupun manejemen pabrik kayu jika dilapori keluhan debu serbuk kayu dan asap pembakaran, cuek bebek. Warga bahkan sudah tak ingat lagi berapa kali mengadukan dampak limbah pabrik di perusahaan tersebut. Namun tetap tak ada tindakan berarti.

"Kami selaku warga berharap ada tindakan pemerintah daerah untuk menertibkan arogansi dari pabrik. Warga sangat kesal selama ini dengan tingkah laku pabrik yang tidak pernah menghiraukan keluhan warga," tutur Sulistiono.

Hal serupa juga dijelaskan Slamet. Sebagai warga, pihaknya meminta agar pihak terkait, memberikan teguran pada pabrik yang semena-mena terkait limbah padat dan udara di tempat itu. "Warga kalau sudah kesal, bahkan kerap melempari genting tempat produksi mebel. Harapanya limbah debu bisa dihentikan," papar Slamet.

Menanggapi keluhan warganya, Camat Kepanjen Abai Saleh hanya berjanji segera melakukan tindakan. Pihaknya juga meminta agar warga membuat surat laporan tertulis agar masalah limbah, bisa ditangani dengan baik.

"Secepatnya kita kordinasikan nanti. Silahkan warga membuat laporan pengaduan, karena selam ini kami tidak tahu soal limbah pabrik," pungkasnya. [yog/suf]

Tag : kebakaran

Komentar

?>