Selasa, 19 Desember 2017

Kapal Dikandaskan, Polisi Selidiki Sebab Kebakaran

Sabtu, 20 Mei 2017 23:44:09 WIB
Reporter : Temmy P.
Kapal Dikandaskan, Polisi Selidiki Sebab Kebakaran

Sumenep (beritajatim.com) - KM Mutiara Sentosa 1 yang terbakar di sekitar perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep akhirnya dikandaskan 1,5 mil arah timur laut perairan tersebut.

"Kapal saat ini kandas beserta seluruh muatannya termasuk truk yang diangkut, pada posisi 1,5 mil arah timur laut pulau Masalembu. Saat awal dikandaskan, masih ada kepulan asap dari bagian kapal yang terbakar," kata Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora, Sabtu (20/5/2017).

KM Mutiara Sentosa 1 pada Jumat (19/05/2017) terbakar sekitar 3 mil di timur laut Pulau Masalembu. Informasinya, kebakaran kapal berawal di 'cardeck'. Api semakin lama semakin membesar dan sulit dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (apar) dan 'sprinkle'. Nahkoda akhirnya memerintahkan penumpang dan ABK untuk meninggalkan kapal menggunakan sekoci.

"Diduga kebakaran itu diawali dengan munculnya asap dan percikan api dari sebuah truk di 'cardeck'. Nah untuk mengetahui penyebab kebakaran, maka perlu metode fokus pada 'cardeck'," ujar Pinora

Ia mengatakan, untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal tersebut, maka seluruh muatan termasuk truk yang ikut kandas bersama kapal, harus diupayakan agar muatan itu diangkat ke permukaan air laut.

"Maksudnya supaya bisa diteliti secara forensik, penyebab kebakarannya apa. Dan itu membutuhkan biaya sangat besar. Metode pengangkatannya juga sulit. Kemampuan umtuk itu tidak dimiliki Polres sumenep. Harus Polda atau Mabes," paparnya.

Karena itu, lanjut Pinora, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Pol Air Polda Jawa Timur untuk kepentingan penyidikan. "Kami akan menanyakan, penyidikan kapal terbakar itu digarap Polda atau Mabes," ujarnya.

Berdasarkan data manifes dari Kesyahbandaran Tanjung Perak Surabaya, KM Mutiara Sentosa I berlayar meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa muatan 79 unit kendaraan bermotor terdiri dari truk besar 47 unit, truk sedang 10 unit, mobil kecil 21 unit, dan 2 unit sepeda motor.

Kapal yang dinahkodai Eddy Sarwoto tersebut memuat 37 anak buah kapal (ABK), kemudian 132 penumpang dewasa serta 2 penumpang anak-anak. Namun jumlah penumpang di kapal ternyata lebih dari daftar manifes tersebut. [tem/suf]

Komentar

?>