Minggu, 28 Mei 2017

Duh.. Pemulung Terlindas Alat Berat DKPLH Kota Kediri

Minggu, 14 Mei 2017 20:56:31 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Duh.. Pemulung Terlindas Alat Berat DKPLH Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com - Seorang pemulung terlindas alat berat milik Dinas Kebersian Pertamanan dan Lingkungan Hidup (DKPLH saat memungut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Pemulung malang ini adalah Ramidah, warga RT 17, RW 3 Kelurahan Pojok. Akibat kejadian tersebut, nenek usia 7O itu mengalami luka di bagian kakinya setelah terunduri alat berat atau beko. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri.

Kapolsek Mojoroto Kompol Didit Prihantoro membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mendatangi lokasi yaitu, di TPA Klotok untuk melakukan pengecekan dan pemotretan. Sebab, saat polisi datang, korban sudah dilarikan ke RS Bhayangkara, Kota Kediri.

"Kesalhannya tidak fokus pada bekonya, tetapi pada korban. Sebab, seharusnya korban tidak berada di lokasi tersebut. Mengingat, disana sedang dilakukan pemerataan sampah oleh alat berat. Masalah tersebut masih berada di luar wilayah kepolisian, dan sedang diselesaikan pada tingkat kelurahan," ujar Didit, Minggu (14/5/2O17).

Menurut mantan Kasat Reskrim Polresta Kediri ini, berdasarkan peraturan walikota (Perwali) Kediri, seharusnya di lokasi tidak boleh ada yang mendekat, karena alat berat sedang bekerja.

"Selain mendatangi TKP dan melakukan pemotretan, kami langsung ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban. Pihak keluarga mengucapkan terimakasih dan biaya pengobatan akan ditanggung oleh DKPLH. Pihak keluarga dan emboknya (korban tidak melakukan penuntutan. Karena apabila melakukan penuntutan, juga tidak benar, karena di tempat itu, hanya boleh ada alat berat. Kalau di kepolisian nuntut, maka akan kita periksa itensif. Tetapi kewajiban polsek tetap melaksanakan ivestigasi mengenai masalah ini," tandas Didit.

Terpisah Kepala Kelurahan Pojok Erli Maya mengaku, saat ini korban masih menjalani opname di RS Bhayangkara, Kota Kediri. Adapun perkaranya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Antara kedua belah pihak yaitu korban dan pengemudi beko berdamai.

"Untuk tindak lanjutnya, perdamaian antara para pihak. Yang sakit dibantu oleh pengemudi beko, kemudian menandatangani surat pernyataan damai. Kedua belah pihak saling menyadari. Karea disitu memang tidak boleh ada yang masuk. Di lahan yang diratakan, itu. Tetapi namanya orang masih ingin memunguti disitu," bebernya.

Ditambahkan Erli, DKPLH sebenarnya sudah memberlakukan pelarangan bagi pemulung untuk masuk dan memungut sampah di kawasan pemerataan oleh alat berat itu. [nng/but]

Tag : kecelakaan

Komentar

?>