Jum'at, 21 Juli 2017

PVMBG: Sumur Ambles Dua Kecamatan di Kediri Beda Karakter

Senin, 01 Mei 2017 08:16:21 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
PVMBG: Sumur Ambles Dua Kecamatan di Kediri Beda Karakter
PVMBG Teliti Sumur Ambles di Kediri

Kediri (beritajatim.com) - Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi bersama Badan Geologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan penelitian terhadap sumur warga di luar wilayah Kecamatan Puncu yakni di Kecamatan Plosoklaten. Ini merupakan kecamatan kedua yang menjadi kawasan terdampak sumur ambles.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, tim menemukan sejumlah sumur warga di Dusun Karangnongko, Desa Sumberagung yang ambles. Kemudian ada beberapa sumur-sumur warga yang sudah mulai mengalami erosi pada dindingnya, serta perubahan warna airnya menjadi keruh.
 
Ketua Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah PVMBG Herry Purnomo mengakui, apabila ada perluasan dampak fenomena sumur ambles hingga mencapai dua wilayah kecamatan tersebut.

Tetapi berdasarkan kajian sementara, kedua wilayah ini memiliki karakter yang berbeda.

"Sumur ambles di Desa Manggis dan Gadungan, Kecamatan Puncu memiliki jangka waktu runtuh lebih cepat karena batuan penyusun tanah bersifat porus yang tidak terikat. Sedangkan di sumur warga Dusun Karangnongko masa runtuhnya lebih lama, karena struktur tanahnya dari pasir vulkanik sudah mengalami pelapukan," terang Herry Purnomo, Senin (1/5/2017) pagi.

Perluasan dampak sumur ambles ini membuat warga di Kecamatan Plosoklaten ketakutan. Terlebih mereka yang memiliki sumur di dalam rumah. Menurut warga, gejala sumur ambles di wilayah ini diawali dari naiknya permukaan air dari kedalaman 12 meter menjadi 5 meter dari permukaan tanah, kemudian diikuti perubahan warna air menjadi keruh. Setelah itu, dinding sumur ambrol dan membentuk gerowongan di dalam.

Data dari Kecamatan Plosoklaten menyebut, jumlah sumur warga yang ambles saat ini sebanyak 40 titik. (nng/ted).

Komentar

?>