Jum'at, 21 Juli 2017

Fenomena Sumur Ambles Kediri, Begini Penjelasan PVMBG

Sabtu, 29 April 2017 16:18:49 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Fenomena Sumur Ambles Kediri, Begini Penjelasan PVMBG

Kediri (beritajatim.com) - Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mulai melakukan penelitian terhadap fenomena alam sumur ambles di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Penelitian dilakukan bersama Ahli Tanah dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan ESDM Provinsi Jawa Timur.

Herry Purnomo, Ketua Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah PVMBG mengatakan, penelitian meliputi ermukaan air, struktur tanah, amblesan dan busa yang ditimbulkan.  Dari pengamatan sementara PVMBg, fenomena alam ini biasa terjadi di daerah vulkanik sekitar gunung. Hal ini sesuai karena Kecamatan Puncu, berada di Lereng Gunung Kelud.

"Kedatangan kami kemari adalah untuk meneliti fenomena sumur ambles ini dan menenangkan masyarakat. Gejala fenomena alam ini bisa terjadi di daerah vulkanik, karena endapan muda pasir yang sewaktu waktu masih bisa terjadi penurunan atau pelarutan air dibawah tanah," jelasnya, Sabtu (29/4/2017).

PVMBG akan meneliti lapisan tanahnya untuk mengetahui seberapa besar rongganya. Kemudian bersama Tim Hydrogeologi, akan mengkaji seberapa besar aliran air di dalam tanah. Seluruh sumur ambles akan didata dan dipetakan. Kemudian dianalisis dan dimodelkan.

"Menganai busa airnya sampai sekarang balum tahu pasti penyebabnya. Untuk itu, kita akan ambil sampelnya. Bagaimana kok busanya bisa setebal itu. Kalau airnya sendiri keruh, tetapi tidak berbau dan tidak berubah rasa," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah sumur ambles di Desa Manggis sudah mencampai 152 buah. Sebanyak 117 sumur lainnya menandakan gejala akan ambles ditandai dengan airnya berubah menjadi keruh. Sementara itu, amblesnya ratusan sumur merata di satu desa ini mulai merembet ke bangunan rumah warga. Beberapa rumah dindingnya mengalami keretakan. (nng/kun)

Komentar

?>