Minggu, 28 Mei 2017

Fenomena Sumur Ambles Kediri Mulai Merembet ke Rumah Warga

Sabtu, 29 April 2017 13:48:11 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Fenomena Sumur Ambles Kediri Mulai Merembet ke Rumah Warga
Sumur Ambles di Kecamatan Puncu Kediri

Kediri (beritajatim.com) -- Fenomena sumur ambles di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, beberapa rumah warga kini mulai mengalami retakan.

Salah satunya di rumah Sunarti, warga Dusun Nanas, Desa Manggis. Sedikitnya tiga titik dinding rumahnya retak diduga akibat dampak dari sumurnya yang mengalami erosi. Dindin rumah yang retak tersebut tidak jauh dari lokasi sumur yang ada di dalam rumah, dinding diatas pintu samping rumah hingga tembus kamar.

Menurut Sunarti, sumurnya mengalami erosi, satu minggu yang lalu. Saat itu, ia dan keluarganya tidur pulas pada tengah malam mendengar suara gemuruh dari dalam sumur yang berada di bagian belakang rumahnya.

"Waktu itu, pukul 02.00 WIB saya mendengar ada suara gemuruh dari dalam sumur. Saya langsung membangunkan keluarga. Lalu, anak saya melihat di dalam sumur air bercampur lumpur naik dan dinding sumur runtuh. Lubangnya ke arah selatan, sehingga pondasi rumah ini menggantung," ujar Sunarti, Minggu (29/4/2017).

Saat pertama kali dilihat, air bercampur lumpur di dalam sumur naik dari semula 15 meter dari bibir sumur, menjadi 4 meter saja. Keesokan harinya, sumur langsung ditimbun menggunakan tanah. Sedikitnya tiga truk tanah dimasukkan. Tetapi, airnya naik kembali hampir mencapai bibir sumur.

Bersamaan dengan itu, beberapa bagian dinding rumah Sunarti ikut retak. Dia khawatir apabila kondisi tersebut mengancam rumahnya. Oleh karena itu, keluarga Sunarti tidak berani tidur di kamar. Mereka memilih tidur di ruang tamu di atas lantai, dengan harapan apabila terjadi sesuatu bisa segera keluar untuk menyelamatkan diri.

Retakan di dinding juga terjadi di rumah Marsimin, juga warga Dusun Nanas. Retakan dinding rumah Marsimin berada di ruang belakang sekitar 7 meter dari lokasi sumurnya yang ambles. Sementara sumurnya kini sudah ditimbun menggunakan tanah dengan maksud supaya tidak mencelakai.

"Seperti ini dinding dinding menjadi retak. Dan retakannya semakin memanjang. Kami khawatir retakan ini semakin parah. Oleh karena itu, begitu sumur mulai ambles dan dindingnya longsor, saya langsung menutupnya. Sedikitnya tiga truk tanah sudah saya masukkan, tetapi masih kurang banyak," ujar Marsimin.

Menurut Marsimin, kejajdian serupa pernah terjadi, pada tahun 1975 silam. Saat itu, sumurnya tertelak tepat di belakang dapur bersebelahan dengan kamar mandi. Sumur itu ambles dan sebagian bangunan kamar mandi ikut terperosok ke lubang sumur. Setelah itu, sumur ditutup dan ditimbun menggunakan tanah. Dia kemudian membuat sumur kembali terpaut jarak sekitar 3 meter dari lokasi sebelumnya.

Sementara itu, jumlah sumur yang ambles di Desa Manggis ini terus bertambah. Berdasarkan data Pemerintah Desa Manggis terakhir, sudah mencapai 152 buah sumur yang ambles. Selain itu, kini sebanyak 117 sumur airnya keruh menandakan bakal ambles seperti lainnya. (nng/ted)

Komentar

?>