Jum'at, 28 Juli 2017

Usai Antar Pacar, Dikejar Pemuda Kampung, Yeyen Tewas Terjun ke Sungai

Jum'at, 21 April 2017 19:37:54 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Usai Antar Pacar, Dikejar Pemuda Kampung, Yeyen Tewas Terjun ke Sungai

Jombang (beritajatim.com) - Misteri tewasnya Yeyen Siswanto (27), warga Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jombang, akhirnya terkuak. Polisi bahkan sudah menetapkan 10 warga Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, sebagai tersangka.

Para pemuda itulah yang menyebabkan Yeyen lari ketakutan hingga nekat terjun ke Sungai Brantas desa setempat hingga meregang nyawa. Mayat korban ditemukan tewas mengapung di Sungai Brantas Desa Pagerluyung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Senin (17/4) malam. Penemuan itu berjarak sekitar 10 kilometer dari kejadian.

Sementara Yeyen menghilang dari rumah sejak Sabtu (15/4/2017) malam. Yakni setelah kencan dengan pacarnya, sebut saja Bunga (16), warga Desa Jombatan. "Atas kasus tersebut, 10 orang kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Jumat (21/4/2017).

Agung menjelaskan, peristiwa itu bermula dari hubungan asmara antara Yeyen dengan Bunga. Ironisnya, kedua insan yang dimabuk cinta itu sering keluar malam. Tentu saja, hal itu membuat orangtua Bunga was-was. Apalagi usia Bunga dan Yeyen terpaut jauh. Yakni, Yeyen berusia 27 tahun, sedangkan Bunga masih 16 tahun.

Keluarga sudah mengingatkan. Namun keduanya tetap bergeming. Hingga akhirnya keresahan itu menjalar ke warga sekitar. Gayung pun bersambut. Sabtu malam, Yeyen dan Bunga keluar untuk berkencan. Hanya saja, Yeyen memulangkan kekasihnya itu hingga Minggu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Begitu sampai, Bunga langsung masuk rumah. Sedangkan Yeyen juga hendak pulang. Namun belum jauh menggeber sepeda motornya, korban diteriaki 10 pemuda dan diminta untuk berhenti. Bahkan dua diantara pemuda itu mencegatnya di tengah jalan.

Ironisnya pencegatan itu 'direstui' oleh Kepala Dusun setempat, yakni MI (47). Bahkan MI terus mengkomando warga agar korban segera ditangkap. Karena ketakutan, Yeyen terjatuh dari motornya. Mengetahui dirinya dikejar, warga Jatiduwur ini mengambil langkah seribu. Dia lari ke arah semak-semak di pinggir sungai.

"Kemungkinan karena panik. Korban lantas melompat ke Sungai Brantas. Dia ditemukan pada Senin malam di wilayah Mojokerto dalam kondisi tak bernyawa," kata Agung sembari memamerkan kail yang disita sebagai barang bukti, sebab benda tersebut digunakan untuk mengahdang korban.

Kapolres menandaskan, atas peristiwa itu sebanyak 10 orang ditetapkan sebagai tersangkat dengan jeratan pasal berbeda. Masing-masing SW (47) dan MI (47) dijerat pasal 355 ayat 1 jo pasal 55 KUHP dengan ancaman satu tahun penjara. Mereka turut serta dan melakukan provokasi kepada para pemuda hingga menyebabkan amarah dan pengejaran.

Kemudian enam orang yang terdiri dari MY (24), JS (23), MR (20), WR (16), AA (25), serta WA (20). Mereka dijerat pasal 335 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara. Enam pemuda tersebu melakukan langsung upaya ancaman kemerasan, yakni mengejar korban.

Terakhir, dua orang yang masih di bawah umur, masing-masing MS (16) dan SF (17) dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. "Dua anak ini yang bertugas melakukan penghadangan. Selain itu juga melakukan pelemparan menggunakan sandal terhadap korban," pungkas Agung. [suf/kun]

Tag : mayat jombang

Komentar

?>