Jum'at, 28 April 2017

Memperingati Hari Kartini

Rias Wajah Tanpa Kaca, Itu yang Dilakukan Karyawati RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo

Jum'at, 21 April 2017 13:26:52 WIB
Reporter : Misti P.
Rias Wajah Tanpa Kaca, Itu yang Dilakukan Karyawati RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo

Mojokerto (beritajatim.com) - Dengan mengusung semangat perjuangan pahlawan perempuan Kartini, dharma wanita RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dituntut untuk tetap tampil cantik, sehat dan cerdas dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Puluhan dharma wanita mengikuti lomba rias wajah tanpa kaca dalam rangka peringatan Hari Kartini. Dengan berbagai jenis make up mulai bedak, eyeliner, lipstik, eyeshadow, mereka mulai merias wajah tanpa menggunakan kaca. Tak jarang riasan merekapun belepotan.

Kepala Bidang Keperawatan, Tri Wahyuningsing mengatakan, dalam rangka peringatan hari Kartini, dharma wanita RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo menggelar lomba merias tanpa kaca dan menyajikan makanan non beras. "Pesertanya adalah perwakilan dari unit yang ada," ungkapnya, Jum'at (21/4/2017).

Sesuai dengan tema "Di Era Moderen, Perempuan harus Cantik, Sehat dan Cerdas", hal tersebut dimaknai dengan tetap mengikuti semangat Kartini untuk berjuang dan memberikan arti dalam pembangunan Indonesia. Perempuan harus bisa tampil walaupun dalam kondisi apapun.

"Perempuan harus bisa merias wajah meskipun yang bagus adalah aura dari dalam. Aura di dalam hati ditambah kecantikan dari luar diharapkan bisa memberikan pelayanan dengan hati. Yang dinilai yakni keserasian antara riasan dengan busana yang dikenakan," katanya.

Tri menambahkan, selain lomba rias tanpa kaca juga lomba menyajikan makanan non beras dengan maksimal Rp25 ribu. Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan semangat pasien di ruang kandungan dengan cara menguatkan perempuan karena akan melahirkan generasi penerus bangsa.

Salah satu peserta, Vivin Tri Wahyuni mengatakan, bagian paling sulit saat merias tanpa kaca yakni alis dan eyeliner. "Karena saya tidak punya alis jadi agak susah, sementara eyeliner karena air sehingga pinggiran mata kan tipis kalau ketebalan maka hasilnya jelek. Saya sendiri tidak pernah pakai make up setiap harinya sehingga meraba-raba," tuturnya.

Sementara, pasien Susilowati (44) mengaku, cukup kaget dengan kunjungan dan bunga yang diberikan. "Usia kandungan saya baru enam bulan tapi karena ada masalah dengan usus jadi kembung. Dengan kunjungan dan semangat yang diberikan jadi sedikit tenang," ujarnya.

Warga Suromulang Barat, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto mengaku, jika bunga mawar tersebut akan dibuat kenang-kenang sehingga akan disimpan. Meski mengaku tidak menyangka akan dikunjungi, ia pun berharap anak ketiganya lahir dengan selamat, lancar dan selamat. [tin/but]

Tag : hari kartini

Komentar

?>