Selasa, 21 Nopember 2017

Janda Korban Puting Beliung Sampang Masih Mengungsi

Sabtu, 25 Maret 2017 15:56:19 WIB
Reporter : Zamachsari
Janda Korban Puting Beliung Sampang Masih Mengungsi

Sampang (beritajatim.com) - Bantuan tanggap darurat dan kebutuhan bahan pokok sudah dinikmati para korban bencana puting beliung yang tinggal di tiga kelurahan di Sampang kota. Namun sampai saat ini, beberapa korban bencana yang rumahnya ambruk dan terpaksa menumpang berteduh di rumah tetangganya.

Salah satu korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat itu adalah Atun seorang janda yang tinggal di Kelurahan Rongtengah. Pasca kejadian bencana puting beliung, dirinya terpaksa harus mengungsi. Sebab, sebagian tembok rumah dan genteng berhamburan terbawa angin.

"Kasihan ibu saya, karena ini rumah satu-satunya untuk berteduh, kami harus mencari uang untuk memperbaiki kembali rumah ibu kami," ucap Heru salah satu putra Atun yang sengaja pulang ke Sampang saat mendengar rumah ibunya roboh diterjang puting beliung, Sabtu (25/3/2017).

Heru juga mengatakan, memang ada beberapa bantuan seperti sembako dan uang tunai. Namun, tidak cukup jika untuk biaya perbaikan rumah ibunya.

"Sumbangan yang kami terima hanya cukup untuk makan seminggu, selebihnya harus mengelurkan uang lebih," tegasnya.

Terpisah, Hariri, salah satu korban bencana puting beliung yang tinggal di Kelurahan Polagan, mengaku bahwa hingga saat ini dirinya tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. Padahal, dirinya juga menjadi korban puting beliung yang telah merusak atap serta genteng rumahnya.

"Tetangga-tetangga saya sudah menerima bantuan semua. Saya hanya menjadi penonton. Tapi enggak masalah, saya enggak dapat bantuan tidak apa-apa. Allah maha tahu," keluhnya.

Hariri hanya bisa berharap, agar semua bantuan baik dari pemerintah maupun swasta bisa dirasakan oleh para korban bencana puting beliung. "Sebelum memberikan bantuan, seharusnya dilakukan pendataan, biar tidak salah sasaran," tukasnya.

Sekadar diketahui, angin puting beliung yang menerjang Sampang, beberapa waktu lalu, terjadi setelah azan salat Isya, Sabtu (18/3/2017). Akibat kejadian itu, 209 bangunan rusak termasuk Puskesmas Banyuanyar. [sar/but]

Komentar

?>