Jum'at, 21 Juli 2017

Korban Tewas 2016 Laka Lantas di Pasuruan Naik 120 Persen

Kamis, 29 Desember 2016 16:07:20 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Korban Tewas 2016 Laka Lantas di Pasuruan Naik 120 Persen

Pasuruan (beritajatim.com) – Dalam kurun waktu selama Januari hingga 29 Desember 2016. Angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 silam.

“Untuk jumlah korban yang meninggal dunia meningkat hingga 120 persen. Bahkan, sebagian korban yang meninggal dunia adalah para pengendara motor,” kata Kanitlakalantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi kepada beritajatim.com, Kamis (29/12/2016).

Ia menjelaskan, jumlah angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota di tahun 2016 ini, ialah sebanyak 212 kejadian. Yakni, dengan jumlah korban meninggal mencapai 44 orang. Korban luka berat mencapai 21 orang.

Sedangkan korban luka berat mencapai 297 orang atau naik 22,2 persen. “Mengenai kerugian materialnya juga naik signifikan Rp.211.250.000,” imbuhnya.

Kondisi itu berbeda dengan angka kecelakaan di tahun 2015 silam. Di mana angka kecelakaan mencapai 185 kejadian. Dan korban meninggal yaitu sebanyak 20 orang, korban luka berat 19 orang dan korban luka ringan 243 orang. Sedangkan kerugian materialnya yaitu mencapai Rp.169.800.000.

“Dari data itu, bisa diketahui bahwa angka kecelakaan di wilayah kami pada tahun 2016 ini, ialah naik 14,6 persen, korban meninggal naik 120 persen, luka berat naik 10,5 persen dan luka ringan naik 22,2 persen. Kerugian meterial juga naik 24,4 persen,” terangnya kepada beritajatim.com.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa titik-titik rawan kecelakaan yang berada di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota ini, rata-rata tersebar di jalur pantura Pasuruan atau di jalur cepat Surabaya – Banyuwangi, tepatnya di Jalan Raya Rejoso hingga Nguling.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan ini. Di antaranya yaitu jalan yang mulus namun tidak bermedian jalan menyebabkan sering terjadi pelanggaran lalu-lintas. Sehingga menyebabkan kecelakaan. Namun, rata-rata karena human error, mengantuk, menyalip dari kiri dan masuk ke jalur berlawanan,” pungkasnya. (oci/ted)

Tag : laka tewas

Komentar

?>