Jum'at, 15 Desember 2017

Didatangi Polisi, Anak Telolet Lari Ketakutan

Sabtu, 24 Desember 2016 00:17:22 WIB
Reporter : Misti P.
Didatangi Polisi, Anak Telolet Lari Ketakutan

Mojokerto (beritajatim.com) - Seperti di daerah lain, demam 'Om Telolet Om' juga mewabah di Kabupaten Mojokerto. Para pemburu suara klakson bus 'Telolet' ini terlihat beraksi di sepanjang By Pass Mojokerto, mulai dari Balongmojo-Kecamatan Puri, Gemekan-Kecamatan Sooko hingga Watesumpak-Kecamatan Trowulan.

Dengan membawa poster bertuluskan 'Om Telolet Om', mereka ada yang bergerombol di tepi jalan, ada juga yang nekat berdiri di median jalur nasional tersebut. Sembari mengangkat poster, mereka berteriak "Om Telolet Om" setiap ada bus yang melintas.

Salah satu siswa kelas V SDN Dowo, Rafli mengaku senang mendengar bunyi klason bus tersebut sembari mengisi libur sekolah. "Ya senang sekali kalau busnya ada suaranya telolet tapi kalau nggak ada, ya kita kecewa," ungkap pelajar asal Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (23/12/2016).

Namun aksi yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak dan remaja tersebut tak berlangsung lama, karena mereka didatangi anggota Satlantas Polres Mojokerto. Sebagian anak-anak memilih lari karena ketakutan. Padahal, kedatangan petugas sabuk putih itu hanya untuk memberikan imbauan demi keselamatan anak-anak pecinta 'Telolet'.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ramadhan Nasution mengatakan, kedatangan anggotanya untuk menghimbau supaya masyarakat tidak melakukan kegiatan di pinggir jalan demi keselamatan mereka sendiri. "Selain itu, mereka juga mengganggu konsentrasi pengguna jalan lainnya. Kita ingatkan agar tak beraksi di badan jalan dan median jalan," katanya.

Pihaknya melarang kalau memasuki badan jalan, supaya semua selamat. Begitu pula di median jalan, lanjut Kasat, agar tidak melakukannya karena menganggu pengguna jalan. Selain sosialisasi ke para pecinta 'Telolet', pihaknya juga telah memberi imbauan kepada para sopir bus untuk tak membunyikan klakson 'Telolet'.

"Kami himbau agar sopir bus tidak menuruti keinginan para pecinta 'Telolet' tapi kami belum bisa melakukan pelarangan menyusul belum adanya instruksi dari Mabes Polri. Jika instruksi itu turun, pasti akan kami tindak sopir bus yang kedapatan memodifikasi suara klakson dengan tingkat kebisingan melebihi batas yang ditentukan," ujarnya.

Kasat menjelaskan, karena hal tersebut sesuai ketentuan Pasal 285 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak terlalu heboh dengan demam 'Om Telolet Om' karena tidak ada manfaatnya sama sekali, namun justeu lebih membahayakan keselamatan. [tin/but]

Tag : lalu lintas

Komentar

?>