Selasa, 25 Juli 2017

Ratusan Rumah di Pasuruan Masih Terendam Banjir

Rabu, 12 Oktober 2016 16:58:06 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Ratusan Rumah di Pasuruan Masih Terendam Banjir

Pasuruan (beritajatim.com) - Sejumlah tempat di Pasuruan yang kemarin terendam banjir sudah mulai surut. Namun, ratusan rumah warga yang masih terendam air.

Berdasarkan penelusuran beritajatim.com, ada beberapa tempat yang masih dipenuhi genangan air cukup tinggi. Yakni, di wilayah Dusun Bokwedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, dan Kawasan Dusun Lajuk, Desa Kawisreji, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Kendati demikian, saat ini ketinggian air yang mengenagi perkampungan warga itu memang sudah berkurang, dibandingkan sehari sebelumnya. Yakni, dengan ketinggian air berkisar 40 - 70 sentimeter. Kondisi ini membuat aktifivitas warga di dua lokasi tersebut menjadi terganggu.

Untuk itu, warga pun bergotong royong membersihkan rumah dan musala-musala. Yaitu, ?mulai dari membersihkan sisa lumpur, air, mencuci karpet dan sejumlah peralatan lain yang ada di dalam musala.

"Saat ini ketinggian air sudah berkurang dibandingkan satu hari sebelumnya. Kalau kemarin hampir 1,5 meter. Sekarang paling tinggal selutut saya atau sekitar 50 - 70 sentimeter saja," ujar Biyati (52) warga Dusun Bokwedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, saat ditemui beritajatim.com, Rabu (12/10/2016).

Biyati mengatakan, kalau banjir kali ini merupakan banjir terparah yang pernah ada di tempat tinggalnya. Sebab menurutnya, setiap tahun di tempatnya itu tak pernah absen dari banjir. Namun, meski begitu airnya tidak sampai masuk dan merendam rumah warga.

"Kalau banjir-banjir biasanya hanya di jalanan saja tidak sampai masuk ke rumah. Namun, kali ini masuk ke dalam rumah. Mungkin ini, akibat proyek pembangunan jembatan yang tak kunjung selesai itu," ucapnya kepada beritajatim.com.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya. Akibat hujan deras mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan. Sejumlah sungai di wilayah setempat meluap lantaran tak bisa menampung debit air yang cukup besar. Akibatnya, air meluber hingga ke pemukiman warga dan bahkan sampai ke Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo. [oci/but]

Komentar

?>