Selasa, 26 September 2017

Jasa Wisata Jeep Bromo Nganggur, Warga Kembali Bertani

Rabu, 12 Oktober 2016 11:56:33 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Jasa Wisata Jeep Bromo Nganggur,  Warga Kembali Bertani

Malang(beritajatim.com) - Warga Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang menggantungkan hidupnya dengan menyediakan jasa wisata Bromo terpaksa menganggur.

Bahkan dampak erupsi Gunung Bromo membuat sebagian warga kembali ke ladang untuk bertani, terutama warga yang biasa mengantar wisatawan via Jemplang.

Seperti yang dialami ibu Mul panggilan akrab istri Mulyadi pemilik jasa ekowisata Mulyadi Bromo Putra yang biasa mengantar tamu ke Gunung Bromo dan Semeru.

Ia mengungkapkan sejak status Gunung Bromo naik ke level siaga serta penutupan jalur ke lautan pasir dan pendakian Gunung Bromo banyak pelaku ekowisata di desa Ngadas menganggur.

"Sebagian bahkan kembali ke ladang menjadi petani. Karena wisatawan yang berangkat via Malang kan harus melewati lautan pasir kalau mau ke titik penanjakan, tapi kan dilarang untuk kesana," ujarnya Rabu (12/10/2016)

Selain itu jika dilewatkan via Pasuruan, ongkos dan tarifnya naik hingga dua kali lipat karena jalur yang memutar. Akibatnya wisatawan lebih memilih langsung menuju via Pasuruan dan Probolinggo untuk ke titik penanjakan.

"Semua jeep di Ngadas tidak bisa mengatar tamu karena ditutup. Dan kalau mau memutar tentu pengeluaran akan bertambah," katanya.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengimbau warga untuk mengikuti aturan yang dikeluarkan PVBMG soal meningkatkannya status Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi Level III atau Siaga.

Gunung Bromo harus steril, wisatawan dilarang mendekat sejauh 2,5 kilometer dari puncak kawah aktif Bromo. Namun jika ingin ke padang savana via Ngadas atau menikmati sunrise Bromo melalui pintu masuk Wonokitri, Pasuruan, atau Cemorolawang, Probolinggo wisatawan masih diperbolehkan untuk berkunjung. (luc/ted)

Tag : gunung bromo

Komentar

?>