Senin, 23 Januari 2017

Tak Berpalang, 18 Perlintasan KA di Jombang Siap Makan Korban

Sabtu, 01 Oktober 2016 11:26:18 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Tak Berpalang, 18 Perlintasan KA di Jombang Siap Makan Korban

Jombang (beritajatim.com) - Sebanyak 18 perlintasa kereta api (KA) di Jombang tidak berpalang pintu. Tentu saja, hal itu sangat membahayakan pengguna jalan serta siap memakan korban.

Dua korban terakhir yang meninggal saat melewati perlintasan KA tak berpalang adalah Ramadana Firdaus (19), asal Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. Korban meninggal saat melewati lintasan tak berpalang di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Senin (19/9/2016). Korban tewas di lokasi kejadian setelah disambar kereta api Dhoho.

Sementara kecelakaan kedua terjadi di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Curahmalang Kecamatam Sumobito, Kamis (29/9/2016). Seorang kakek, Syamsuri (75) warga setempat, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api Pasundan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkom) Imam Sudjiyanto mengatakan, di wilayah Kabupaten Jombang terdapat 22 titik perlintasan sebidang. Dari jumlah itu, hanya ada 4 titik perlintasan yang berpalang pintu. Sisanya, atau 18 perlintasan tanpa palang pintu.

Menurut Imam, pemerintah daerah belum mampu memasang pintu pengaman tersebut. Alasannya, mahalnya pembiayaan serta keterbatasan anggaran daerah. "Anggaran yang kita siapkan buka sebatas membeli dan memasang palang pintu, tapi juga menggaji tenaga penjaganya," kata Imam, Sabtu (1/10/2016).

Menurut Imam, penjagaan satu titik palang pintu membutuhkan tiga shift kerja. "Anggap saja setiap petugas mendapat satu juta perbulan, ketemunya sudah berapa. Kalau di kalikan 18 titik ketemu berapa,” pungkasnya. [suf]

Tag : kereta api

Komentar

?>