Selasa, 30 Mei 2017

Laka Maut Lamongan, Korban ternyata Sudah 'Pamit'

Kamis, 29 September 2016 17:47:42 WIB
Reporter : Fahmi Aziz
Laka Maut Lamongan, Korban ternyata Sudah 'Pamit'

Surabaya (beritajatim.com) - "Aku minta rokok, masak minta satu aja gak dikasih. Besok loh sudah gak ketemu," ucap Muhammad Yunus (35). Suasana yang semula berbahagia seketika berubah menjadi janggal. Padahal keesokan hari merupakan momen berbahagia pernikahan salah seorang kerabatnya di Lamongan. Nahasnya, kalimat itu pula merupakan pertanda bahwa besok ajalnya telah tiba.

Sebelumnya pagi sekitar pukul 07.00 WIB (29/9/2016), Yunus beserta rombongan  keluarga besarnya berangkat dari kediaman mereka yang berlokasi Jalan Genting IV RT.04, RW. 03 Genting Kalianak, Kec. Asemrowo- Surabaya, menuju rumah Songko, kerabatnya yang akan menikahkan anaknya. "Rombongan berangkat dibagi menjadi empat kloter rombongan mobil," tutur Mulyono.

Awalnya, keempat rombongan berjalan aman. Namun di pertengahan jalan, mobil keempat tertinggal sekitar 5-6 kilometer. Sesampainya di lokasi dan selesai resepsi, salah seorang tetangga menanyakan apakah ada rombongan yang tertinggal. Mengingat yang datang hanya tiga mobil.

Sekitar pukul 11.00, salah seorang rombongan mendapat telepon. Singkatnya, mengabarkan bahwa mobil yang dikendarai Yunus dan 5 orang lainnya tertabrak kereta api. Tepatnya, TKP berlokasi di lintasan KA Jalan Bulaksari tepatnya di Desa Plaosan, Babat, Kabupaten Lamongan.

Mobil yang dinaiki Toyota Avanza warna hitam nopol L 1687 RC sudah tak berbentuk. Lima orang meninggal termasuk Yunus beserta Ponaji, (72), Susilo (20), Watini (64) dan Watinah (60). Sementara korban kritis Hariyono (47).

"Yunus dikenal masyrakat sini baik  dengan siapapun, dengan temen ataupun tetangga," tutur Mulyono. [faz/but]

Komentar

?>