Senin, 23 Januari 2017

Statusnya Naik Jadi Siaga

Bromo Semburkan Vulkanik Pekat Setinggi 600 Meter

Senin, 26 September 2016 18:45:45 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Bromo Semburkan Vulkanik Pekat Setinggi 600 Meter
Keterangan Foto: Gunung Bromo [Ilustrasi/dok/bj.com]

Probolinggo (beritajatim.com)--Terhitung sejak hari ini, status Gunung Bromo yang berada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dinaikkan statusnya dari level waspada menjadi siaga.

Peningkatan status dilakukan karena aktifitas tremor meningkat signifikan hingga 22 milimeter. Selain itu, kawah menyemburkan material vulkanik pekat berketinggian 600 meter.

Pusat Vulkanologi Metigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) menaikkan statusnya, setelah selama 24 jam terakhir tremor gunung eksotik itu meningkat signifikan dari kisaran 2 sampai 8 milimeter. Sebelumnya meningkat menjadi 22 milimeter dengan dominan 4 milimeter.

Tak hanya itu, peningkatan status ini juga membuat petugas merekomendasikan warga dan pengunjung agar menjauh dari bibir kawah bromo dengan radius 2,5 kilometer atau lebih luas dari himbauan aman sebelumnya yang hanya sejauh 1 kilometer.

Bahkan, dari kawah Gunung Bromo, semburan asap putih cenderung pekat terus membubung dengan ketinggian mencapai 600 meter.

“Saat ini statusnya kami naikkan dari waspada menjadi siaga. Hal itu karena terjadi peningkatan pada visual dan seismik gempanya yang terus mengalami peningkatan,” kata Kepala PVMBG Pos Bromo Probolinggo, Ahmad Subhan kepada beritajatim.com, Senin malam.

Menurutnya, adanya perubahan status ini memungkinkan Gunung Bromo kembali erupsi seperti enam tahun silam. Kondisi ini tentunya akan berdampak tidak hanya area wisata alam di sekitar lautan pasir, pemukiman dan lahan pertanian warga Suku Tengger terancam tertutupi material vulkanik muntahan kawah Bromo.

"Status Gunung Bromo juga sempat dinaikkan menjadi siaga, yaitu pada awal Desember 2015 silam. Yakni, sebelum diturunkannya kembali menjadi waspada pada akhir Februari 2016 lalu,” pungkasnya. [air/oci]

Tag : gunung bromo

Komentar

?>