Selasa, 19 Desember 2017

Nenek dan Cucu di Bojonegoro Tewas Disambar KA Jaya Baya

Rabu, 21 September 2016 20:40:31 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Nenek dan Cucu di Bojonegoro Tewas Disambar KA Jaya Baya

Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang nenek dan cucunya tewas setelah disambar kereta api di perlintasan kereta api tak berpalang pintu di kawasan Desa/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/9/2016) sore. Korban yakni Warsini dan cucunya, Sabil, masih berumur tiga tahun.

Sedangkan, ibu Sabil yakni Wartini, selamat dari musibah maut tersebut. Ketiganya warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Kecelakaan kereta api itu terjadi ketika korban sedang membonceng kendaraan sepeda motor yang dikendarai oleh Wartini.

Menurut Ernawati, saksi yang melihat kejadian kecelakaan itu, saat itu Warsini (nenek) menggendong cucunya, Sabil, menggunakan jarit dan membonceng sepeda motor Honda Scoopy yang belum ada plat nomornya. Saat menyeberang rel kereta api yang tidak berpalang pintu tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai Wartini mogok di tengah rel.

Selanjutnya, Warsini kemudian turun dari sepeda motor sambil menggendong cucunya, Sabil. Namun, dari arah timur melaju dengan kencang kereta api Jaya Baya jurusan Surabaya-Pasar Senin dengan nomor log 2061329 yang dimasinisi oleh Sulaiman.

"Nenek itu mendorong sepeda motor dari belakang sambil menggendong cucunya. Dari arah timur kereta api melaju dengan kencang hingga akhirnya menyambar nenek dan cucu itu. Sedangkan, sepeda motor dan ibu itu (Wartini) lolos dari sambaran kereta api," ujar Ernawati yang terlihat masih syok melihat kejadian itu.

Tubuh Warsini sempat terseret kereta api dan terpental berjarak 20 meter dari lokasi semula. Begitu pula, bocah yang digendongnya ikut terpental. Seketika nenek dan cucu itu tewas di lokasi kejadian. Tak berapa lama, warga berkerumun di lokasi dan berusaha menolong korban.

Petugas dari Polsek Purwosari juga datang ke lokasi kejadian. Jasad korban nenek dan cucu itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Padangan untuk diotopsi. Sedangkan, kondisi Wartini masih syok dan belum bisa dimintai keterangan apa-apa.

Kapolsek Purwosari, AKP Soesilo, mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi. "Jadi nenek dan cucunya meninggal setelah ditabrak kereta api. Sedangkan, ibu Wartini selamat. Kondisi sepeda motornya juga tidak mengalami kerusakan," ujarnya.

Menurutnya, saat itu Wartini pulang dari memeriksakan anaknya, Sabil, di Padangan. Ia mengajak ibunya untuk menggendong Sabil. Kondisi Sabil saat itu sedang sakit. Namun nahas, sampai di perlintasan kereta api tak berpalang pintu, nenek dan cucu itu terenggut nyawanya.

Seiring dengan beroperasinya jalur rel ganda di jalur utara dampaknya kereta api yang melintas semakin padat. Setiap 15 menit ada kereta api barang dan penumpang yang melintas. Setiap hari ada 112 kereta api barang dan penumpang yang melintas di jalur utara ini.

Sementara itu, di sepanjang jalur utara kereta api di wilayah Bojonegoro ini tercatat ada 192 titik perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu dan tidak berpenjaga. Jalan perlintasan kereta api takberpalang pintu ini rawan terjadi kecelakaan. [uuk/ted]

Komentar

?>