Selasa, 30 Mei 2017

Rawan Kecelakaan, Dua Perlintasan KA Belum Dibangun Palang Pintu Elektrik

Rabu, 14 September 2016 13:20:47 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Rawan Kecelakaan, Dua Perlintasan KA Belum Dibangun Palang Pintu Elektrik

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua titik perlintasan kereta api (KA) di Jalur Bojonegoro masih dijaga secara manual oleh pemuda setempat. Dua jalur tersebut padahal ramai di lalui oleh pengendara sejak pagi hingga malam.

Dua perlintasan kereta api itu yakni di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, dan di Kecamatan Balen.

Dua titik perlintasan itu rencananya akan dibangun palang pintu elektrik oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun karena masih dijaga oleh pemuda setempat sehingga hanya dibangun menggunakan palang pintu dari bambu ketika ada kereta yang melintas.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar, sampai saat ini perlintasan kereta api di Desa Kalianyar dan di Balen itu belum dipasang palang pintu. "Sampai saat ini memang belum dibangun palang pintu di dua titik perlintasan kereta api itu," ujarnya, Rabu (13/9/2016).

Menurutnya, Dishub belum mempunyai anggaran untuk membangun palang pintu di dua titik perlintasan tersebut. Pada tahun 2014 lalu Dishub membangun tujuh palang pintu elektrik di sepanjang jalur utara di Bojonegoro. 

Tujuh palang pintu tersebut berada di Desa Sraturejo Kecamatan Baureno, Desa Medalem dan Talun Kecamatan Sumberejo, Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Desa Kalipan dan Pungpungan Kecamatan Kalitidu, dan Desa Beged Kecamatan Gayam.

Dalam pengoperasian palang pintu elektrik itu, Dishub menempatkan 40 petugas penjaga. Masing-masing palang pintu ditempatkan empat petugas, sementara sisanya ditempatkan di beberapa titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Pembangunan tujuh palang pintu elektrik itu menelan biaya sebesar Rp1,4 miliar dengan rincian per palang pintu senilai Rp 200 juta. Dana tersebut berasal dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Bojonegoro tahun 2015.

Sementara itu, di sepanjang jalur utara kereta api di wilayah Bojonegoro ini tercatat ada 192 titik perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu dan tidak berpenjaga. Jalan perlintasan kereta api tak berpalang pintu ini rawan terjadi kecelakaan.

Sedangkan, dalam sehari rata-rata kini ada 112 kereta api barang dan penumpang yang melintas di jalur utara ini. Setiap 15-30 menit ada kereta api yang melintas.

Naiknya jumlah kereta api yang melintas di sepanjang jalur utara ini dipicu beroperasinya jalur rel ganda (double track). Selain itu, stasiun di wilayah Bojonegoro yang sebelumnya berada di wilayah daerah operasi (Daop) 4 Semarang, Jawa Tengah, kini juga dialihkan ke Daop 8 Surabaya, Jawa Timur. [uuk/ted]

Tag : kereta api

Komentar

?>