Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Aktivis Perjuangan Anti Korupsi Kediri Lapor Perusakan Posko

Selasa, 09 Agustus 2016 08:34:53 WIB
Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritajatim.com) – Para aktivis Posko Perjuangan Anti Korupsi Kabupaten Kediri melaporkan perusakan posko ke Polsek Gampengrejo. Perusakan berupa, pencabutan atribut bendera merah putih dan banner yang diduga disayat menggunakan benda tajam.

Anggota Posko Perjuangan Agustianto mengungkapkan, kejadian bermula saat salah seorang petugas jaga bernama pak Din mematikan lampu, sekitar pukul 05.00 WIB. Dia kaget karena di dalam posko sudah dalam keadaan porak poranda. Selanjutnya, penjaga melaporkan kejadian itu kepada para anggota aktivis.

“Posko Perjuangan Anti Korupsi ini kami bangun dengan dana iuran para aktivis. Pembangunan posko juga mendapatkan izin dari kepolisian yakni, Polres Kediri. Oleh karena itu, kami melaporkan adanya perusakan ini kepada pihak berwajib,” kata Agustianto, Selasa (9/8/2016).

Posko Perjuangan Anti Korupsi ini terletak di Jalan Pamenang, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Menurut para aktivis, mereka mencurigai seseorang yang telah berbuat perusakan tersebut. Pelaku ditengarai antek-antek sejulah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah dilaporkan dalam kasus dugaan korupsi.

Menurut penjelasan Agus, berdasarkan hasil pengumpulan data para aktivis, kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat itu mencapai Rp 1 miliar.

Suyanto anggota Polsek Gampengrejo yang menerima laporan dari Agustianto dan para aktivis mengaku, akan mendatangi posko perjuangan, sebelum membuat surat laporan. Langkah itu ditempuh untuk membuktikan kebenaran informasi yang diterimanya dari pelapor. “Untuk memastikan keadaan kita akan ke TKP terlebih dahulu,” katanya.

Selain melapor ke Polsek Gampengrejo, para aktivis berencana melapor secara langsung kepada Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yoshep Gunawan. Mereka bakal meminta Kapolres secara langsung mengungkap dalang dari peristiwa perusakan itu. Para aktivis juga mendesak pihak Kejaksaan Ngasem untuk mempercepat penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkannya. (nng/kun)

Komentar

?>