Jum'at, 23 Juni 2017

Bromo Waspada, Upacara Yadnya Kasada Tetap Digelar

Selasa, 19 Juli 2016 13:12:32 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Bromo Waspada, Upacara Yadnya Kasada Tetap Digelar

Malang(beritajatim.com) - Meski aktivitas Gunung Bromo meningkat dan berstatus waspada upacara Yadnya Kasada tetap digelar di kawah Gunung Bromo tanggal 20 hingga 21 Juli 2016.

"Hanya masyarakat lokal seperti pemangku adat, tabib dan dukun suku tengger yang diperbolehkan mendekat ke kawah Gunung Bromo. Kasada adalah adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Tengger, kami menghargai itu," ujar John Kenedie, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS), Selasa 19 Juli 2016.

Pihak BBTN BTS mengimbau, Umat Hindu Tengger yang mengikuti upacara untuk menjaga keselamatan dan keamanan sendiri selama upacara berlangsung.

Selain itu, pihak BBTN BTS, akan memberlakukan pengamanan ekstra selama upacara Yadnya Kasada berlangsung. Seperti, memasang garis polisi di sekitar kawah, dan sejumlah papan peringatan agar wisatawan tak nekat mendekat ke kawah.

"Demi keamananan dan keselamatan, wisatawan menjaga jarak maksimal radius 1 kilometer dari bibir kawah," kata John Kenedie.

Diperkirakan sekitar 2 ribuan umat Hindu Tengger akan mengikuti upacara Yadnya Kasada. Pihaknya menerjunkan 69 tim SAR dan polisi hutan untuk berjaga. Serta dibantu personel polisi, TNI dan relawan dari warga setempat.

"Kami melarang warga masuk ke dalam kawah untuk berebut sesaji yang dilemparkan ke kawah. Kondisi kawah saat ini curam dan berbahaya, bisa terpleset dan jatuh ke kawah," ujar Kepala pos Cemorolawang, Probolinggo, Sarmin.

Upacara Yadnya Kasada merupakan persembahan sesaji kepada Sang Hyang Widi sesuai kepercayaan Hindu Tengger atas hasil bumi. Masyarakat tengger biasanya melempar sesaji berupa hasil bumi dari sawah ladang dan ternak ke kawah Gunung Bromo. (luc/ted)

Tag : gunung bromo

Komentar

?>