Peristiwa

19 Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 19 bangunan milik warga maupun instansi pemerintah mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang yang melanda wilayah kecamatan Larangan, Pamekasan, Jum’at (10/1/2020) kemarin.

Jumlah tersebut berdasar hasil pendataan petugas yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pamekasan, seputar peristiwa angin kencang yang terjadi di kecamatan Larangan.

“Berdasar catatan yang kami himpun, total kerusakan akibat bencana angin kencang tercatat sebanyak 19 bangunan dan tersebar di dua desa berbeda di kecamatan Larangan,” kata salah satu Staf BPBD Pamekasan, Budi Cahyono kepada beritajatim.com, Sabtu (11/1/2020).

Dua desa yang terdampak angin kencang tersebut, yakni Desa Lancar dan Desa Montok, Kecamatan Larangan. “Kerusakan akibat kejadian ini dimasukkan ke dalam tiga katagori berbeda, yakni ringan, sedang dan berat. Bahkan beberapa bangunan di antaranya juga ada yang roboh,” ungkapnya.

“Untuk kejadian di Desa Lancar, tersebar di dua dusun berbeda. Di Dusun Petang I tercatat sebanyak enam titik dengan kerusakan ada atap teras rumah hancur dibawa terbang angin. Sedangkan di Dusun Petang II sebanyak 10 titik, tiga di antaranya roboh,” imbuhnya.

Sementara tiga peristiwa lainnya terjadi di Desa Montok, Kecamatan Larangan. Dari tiga kejadian tersebut, satu di antaranya juga roboh. “Kalau di Desa Montok tiga titik, satu bangunan gudang milik Kiai Mahfud roboh. Sisanya atap rumah milik warga rusak,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana alam memasuki musim penghujan seperti saat ini. Bencana tersebut di antaranya angin kencang, banjir, puting beliung, longsor dan lainnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memetakkan potensi bencana yang tersebar di berbagai titik di Pamekasan. Sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana khususnya di daerah rawan bencana. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar