Pendidikan & Kesehatan, Peristiwa

100 Kali Donor Darah

14 Pendonor dari Mojokerto Akan Terima Penghargaan Presiden

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 14 pendonor darah sukarela dari Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto pamit ke Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria. Sebanyak 14 pendonor tersebut akan menerima penghargaan Satya Lancana Kebaktian Sosial (SLKS).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019). Sebanyak 14 pendonor tersebut berangkat ke Jakarta dan menerima penghargaan karena telah donor darah sebanyak 100 kali secara rutin dan sukarela.

Sebanyak 14 pendonor darah sukarela dari PMI Kota Mojokerto ini nantinya akan bersama 852 pendonor darah sukarela dari 23 Provinsi di seluruh Indonesia. Selain menerima penghargaan, mereka juga akan menerima cincin emas.

“Cincin yang akan diterima tidak hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga sebagai pengingat  bahwa bapak-ibu semua telah mendonorkan bagian dari tubuh yang tidak ada pabriknya,” ungkap Wakil Ketua I PMI Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyadi yang juga menjabat sebagai Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Sementara itu, Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria mengatakan, para pendonor darah adalah pahlawan sosial karena telah sukarela memberikan bagian dari tubuhnya tanpa tahu siapa yang akan menerima. “Donor darah adalah sedekah yang mulia sekali,” katanya.

Tetapi, lanjut orang nomor dua di Kota Mojokerto ini, jangan sampai hal itu membuat sombong. Wakil Walikota memerintah agar orang lain yang menghargai bukan diri sendiri. Dia berharap para pendonor tetap menjaga keikhlasannya sehingga donor darah yang sudah dilakukan selama ini betul-betul menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT.

Sebanyak 14 pendonor darah sukarela tersebut yakni Hery Priyono asal Wates, Didik Hariyanto asal Balongrawe, Kecamatan Magersari, Agus Siswanto asal Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Budi Siswanto (alm) asal Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Mokhammad Soleh Bakhri asal Wates, Kecamatan Magersari, Ratnaningsih asal Miji, Kecamatan Kranggan.

Julaikah asal Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Sumarlik asal Sooko, Kabupaten Mojokerto, Tri Atmojo asal Purwotengah, Kecamatan Magersari, Achmad Fathony asal Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Budi Sunarko asal Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Suprapto asal Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Supaim asal Gondang, Kabupaten Mojokerto dan Achmad Marzuki asal Wates, Kecamatan Magersari. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar