Peristiwa

1.900 Peserta Ikuti Napak Tilas Jendral Soedirman Kediri – Bajulan

Kediri (beritajatim.com) – Ribuan orang mengikuti lomba napak tilas Jendral Soedirman. Mereka menaklukkan medan di lereng Gunung Wilis dengan jarak tempuh 48 kilometer.

Medan tersebut terjal dan tergolong berat. Para peserta memakai kostum pejuang dan ada yang mengusung tandu. Bahkan, diantara peserta juga tampak sejumlah anggota veteran.

Peserta berangkat dari kompleks Taman Makam Pahlawan Kota Kediri. Pelepasan peserta dilaksanakan langsung oleh Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Nur Muhyar.

Peserta harus berjalan kaki menyusuri jejak perjalanan Jenderal Soedirman di lereng Gunung Wilis. Tak hanya menyusuri jalan beraspal, jalanan gunung yang licin dan rimbun turut menambah beban para peserta. Mereka tak diperkenankan menumpang kendaraan yang melintas jika tak ingin dicoret dari peserta lomba.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan, kegiatan perlombaan ini rutin diselenggarakan setiap tahun. Pada tahun ini, jumlah peserta yang tercatat sebanyak 1.900 orang dari berbagai kategori usia.

Etape lomba gerak jalan napak tilas Jenderal Soedirman ini akan berakhir di Desa Bajulan Kabupaten Nganjuk. Setiap peserta juga wajib menempuh rute yang telah ditentukan alias tak diperkenankan mengambil jalan pintas.

Dari kompleks Taman Makam Pahlawan Joyoboyo Kediri, ribuan peserta menyusuri Jl. Erlangga – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Brawijaya – Jembatan Lama – Jl. Soedanco Supriyadi – Jl. Veteran – Jl. Dr. Saharjo – Jl. Rinjani – Dsn. Nglebak Tumpang – Kali Tretes – Kuburan Bayi – Pandan Arum – Watugilang – Karangnongko – Parang – Jati – Goliman – Kali Pandan – Ngrampyang – Patuk Kelis – Ngebrak – Paldaplang – Jurang Gendol – Bendungan – Magersari – Bajulan.

Panitia berharap cuaca hingga sore nanti cukup bersahabat. Jika hujan turun cukup deras, akan sangat menyulitkan peserta saat menyusuri rute pegunungan.

Nur Muhyar menjelaskan kegiatan tahunan Pemerintah Kota Kediri ini sebagai pengingat perjuangan Jenderal Soedirman saat melakukan perang gerilya di wilayah Kediri

Kota ini memiliki kedekatan sejarah dengan perjuangan Jenderal Soedirman karena menyimpan sebuah rumah bersejarah di Jalan Patiunus.

Rumah yang berada di belakang pusat perbelanjaan Transmart ini pernah menjadi tempat singgah Jenderal Soedirman dalam perjalanan gerilyanya. Sayang, rumah berasitektur Belanda ini telah menjadi milik perseorangan setelah Pemerintah Kota Kediri gagal mengambil alih dengan alasan keuangan.

Untuk mengenang perjuangan tersebut, setiap tahun Pemerintah Kota Kediri menyelenggarakan gerak jalan napak tilas dengan menyedian hadiah berupa uang tunai. Para peserta dibuka dari segala kalangan yang terdiri atas organisasi kepemudaan, karang taruna, pelajar, mahasiswa, Pramuka, santri, masyarakat umum, hingga anggota TNI/Polri.

Masih kata Nur Muhyar, para peserta ditargetkan finish, sekitar pukul 14.00 WIB. Apabila ada peserta yang tercecer di jalan dari batas waktu yang sudah ditentukan, mereka akan dievakuasi oleh panitia.

Karena napak tilas tahun ini dalam kondisi cuaca kemarau, para peserta diimbau tidak merokok. Akan tetapi, apabila ada yang tetap merokok, dilarang untuk dibuang sembarang, karena dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Sementara itu, panitia juga menyiagakan tim medis dan sejumlah mobil ambulance di sejumlah titik. Hal itu, untuk mengantisipasi adanya peserta yang mengalami gangguan kesehatan di tengah jalan.

Dalam perlombaan kali ini, panitia menyediakan hadiah total sebesar Rp 15 juta beserta tropi. Sedangkan biaya pendaftaran untuk tiap peserta perorangan Rp 10 ribu dan beregu Rp 35 ribu. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar