Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kasus Material di SDN Wadungasri Berlanjut ke Kepolisian

Jum'at, 07 Desember 2018 18:45:29 WIB
Reporter : M. Ismail
Kasus Material di SDN Wadungasri Berlanjut ke Kepolisian

Sidoarjo (beritajatim.com) - Kasus material pembangunan SDN Wadungasri yang belum dibayar oleh kontraktor penggarap proyek, hingga ada upaya pembongkaran oleh penyuplai barang material, berlanjut ke ranah hukum.

Polresta Sidoarjo mendapat berkas pelimpahan laporan dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan SDN Wadungasri, Sidoarjo. Polresta mulai memeriksa Budiono, selaku pemilik modal dalam proyek tersebut.

Budiono mengaku menerima surat pemberitahuan dari Polresta Sidoarjo. Ia diminta memberikan keterangan untuk berita acara perkara.

"Syukur, laporan kami mendapat tanggapan dari polisi. Pekan depan mulai dilakukan pemeriksaan," kata Budiono, Jumat (7/12/2018).

Pertengahan November 2018, Budiono melapor ke Mapolda Jatim. Laporan itu tertuang dalam surat nomor LPB/1501/XI/2018/UM/JATIM atas dugaan penipuan.

Lalu, Polda Jatim melimpahkan berkas tersebut ke Mapolresta Sidoarjo untuk memudahkan proses penyidikan sesuai wilayah hukumnya.

Dalam laporan, Budiono melaporkan Muhadi mengaku pemilik CV Sidorejo yang memenangkan lelang pengerjaan proyek pembangunan ruang kelas SDN Wadungasri, Kecamatan Waru.

Proyek tersebut bersumber dari dana APBD Kab. Sidoarjo 2018 senilai Rp 468.258.000. Proyek tersebut dikerjakan mulai Juli 2018.

"Muhadi mengaku sebagai pemilik CV Sidorejo atau pemenang tender. Dia bawa bukti gambar sebuah proyek. Dan saya ditawari untuk bergabung dalam hal pendanaan," jelas Budiono.

Mendapat tawaran tersebut, Budiono mendatangi sekolah. Akhirnya, Budiono dan Muhadi sepakat dengan perjanjian honor 12 persen.

Sekian lama, proyek itu dipindahtangankan dari Muhadi kepada Wahyu, pemilik CV Bilqis. Setelah itu , Budiono putus komunikasi dengan Muhadi.

"Berkali-kali saya telpon, telpon Muhadi tidak aktif. Bahkan saya datangi ke rumahnya pun, dia tidak ada," beber dia.

Bukan hanya SDN Wadungasri, Budiono juga ditawarkan bekerja sama membangun ruang kelas di DN Barengkrajan (Krian) dan SD Sidorejo Taman.

Tahan pembangunan sudah dimulai dan material sudah didatangkan sesuai kebutuhan. Namun, pemilik proyek belum membayar Budiono. Budiono mengaku dalam hal menyuplai barang material dan lainnya merugi hingga Rp 610 juta. [isa/but]

Komentar

?>