Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ini Fokus Bakti Sosial RST KA di Kepulauan Kangean

Selasa, 04 Desember 2018 22:29:46 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ini Fokus Bakti Sosial RST KA di Kepulauan Kangean

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RST KA) saat ini tengah melakukan bakti sosial di Kepulauan Kangean, tepatnya di daerah Kangayan, Raas dan Sapudi.

RST KA merupakan Kapal yang berfungsi sebagai fasilitas kesehatan milik Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (IKA FK Unair) yang digunakan membantu penanganan kesehatan di daerah-daerah terluar, terpencil dan terdepan Indonesia.

RST KA sudah berada di pulau Kangayan sejak Kamis (29/11/2018). Sebanyak 47 orang tim RST KA berangkat untuk bakti sosial di Kepulauan Kangean terdiri dari dokter spesialis Bedah Saraf, Bedah Plastik, Anestesi, Mata, THT, Obgyn, Penyakit Dalam, Pediatri, Perawat, hingga mahasiswa Unair lintas fakultas yang ikut melakukan baksos dengan memberikan edukasi dan program pendidikan untuk masyarakat.

Selama di Pulau Kangayan RST KA telah melakukan operasi di atas kapal sebanyak 51 Pasien. Angka tersebut dari tindakan operasi pada 30 November sebanyak 17 pasien dan 01 Desember sebanyak 34 pasien.

Tindakan operasi yang dilakukan tim RST KA ini lebih banyak merupakan tindakan Operasi Hernia, yakni sebanyak 29 kasus dan disusul dengan kasus-kasus lainnya. Selian tindakan operasi yang dilakukan di atas kapal, RST KA juga membantu  tindakan di Puskesmas terdekat, yakni sebanyak 33 kasus.

Menurut dr. Henry Wibowo RST KA kali ini lebih fokus pada penanganan lanjutan karena penanganan lanjutan adalah tindakan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat di kepulauan Kangean.

"Kita fokus di penanganan lanjutan (Operasi, red). Sebab tiap pulau kita yakin sudah ada puskesmas atau puskesmas pembantu, nah kita menangani yang tidak bisa dilakukan puskesmas, yang harusnya ke RS (Rumah Sakit, red) tapi tidak ada RS. Ini yang kita bantu dengan mendatangi daerah tersebut dengan RS Terapung," ujar dr. Henry kepada beritajatim.com, Selasa (4/12/2018).

Menariknya kendala yang dilalui oleh RST KA, yakni kapal tidak dapat bersandar di pelabuhan pun tidak menghalangi semangat pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari RST KA.

"Tantangannya adalah kapal RSTKA tidak dapat bersandar pas di dermaga pelabuhan rakyat, jadi kapal berada di tengah sekitar 200m dari daratan dan menggunakan perahu nelayan untuk mobilisasi tim dan pasien ke kapal.Tapi meskipun demikian Pasien tetap semangat untuk berobat di kapal RST KA," tambahnya.

Kapal dan tim pun saat ini telah meninggalkan Pulau Kangayan dan sedang berada di Pulau Raas hingga 6 Desember mendatang untuk melakukan baksos lanjutan di Pulau Sapudi hingga tanggal 9 Desember 2018 nanti. [adg/suf]

Tag : rumah sakit

Komentar

?>