Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Plt Bupati Malang Sebut Ada 30 Ribu Bayi Stunting di Wilayahnya

Rabu, 21 Nopember 2018 23:41:50 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Plt Bupati Malang Sebut Ada 30 Ribu Bayi Stunting di Wilayahnya

Malang (beritajatim.com) - Kabupaten Malang darurat bayi atau anak yang masih kekurangan gizi (Stunting). Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Malang yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang, HM Sanusi saat mengikuti rapat paripurna istimewa (PAW) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (21/11/2018).

Di hadapan wakil rakyat dan pejabat eksekutif Kabupaten Malang, Sanusi menyampaikan, jika diwilayah kabupaten Malang masih ada 30 ribu bayi yang baru lahir mengalami masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi (Stunting).

Hal ini, kata Sanusi, berdasarkan hasil pertemuan dengan 39 Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Karena saat dalam kandungan mengalami maal nutrisi, sehingga bayi saat lahir bisa terlahir cacat.

Pernyataan Sanusi pun mengagetkan seluruh anggota DPRD, yang sedang mengikuti rapat paripurna istimewa Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD dari Fraksi Golkar.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo pun ikut kaget dengan ucapan Plt Bupati Malang itu. Sebab, jika mengacu data di tahun 2017 Kabupaten Malang sudah tidak ada kasus stunting.

"Karena sudah teratasi dengan program Kontra War yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana," terang Kusmantoro.

Jika memang pernyataan Pak Sanusi benar, lanjut Kusmantoro, Kabupaten Malang masuk wilayah darurat Stunting. Namun demikian pihak komisi 2 akan melakukan klarifikasi pada Dinkes, untuk mempertanyakan kebenaran pernyataan yang disampaikan oleh Pak Sanusi. "Pernyataan plt. Bupati itu bersifat resmi karena disampaikan pada forum Paripurna loh," jelasnya.

Kusmantoro menambahkan, angka 30.000 itu tidak sedikit. Kalau dihitung pada setiap desa rata-rata terdapat 80 kasus. Jika benar demikian maka hal ini, bukan masalah sepele dan tidak main-main. Karena dengan masih banyaknya jumlah Stunting berbading terbalik dengan klaim keberhasilan penurunan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Malang selama ini. "Hal ini merupakan masalah serius yang harus ditangani bersama," pungkasnya. [yog/suf]

Tag : stunting

Komentar

?>