Senin, 19 Nopember 2018

Kedubes Belanda Kerjasama dengan RS Unair

Bantu Tuntaskan Penyakit HIV dan Tuberkulosis

Sabtu, 10 Nopember 2018 01:43:14 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Bantu Tuntaskan Penyakit HIV dan Tuberkulosis

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) melakukan penjajakan kerjasama dengan Kedutaan Besar Belanda (Delegation of the Kingdom of the Netherlands), bertempat di Dharmawangsa Hall RS Unair.

Penjajakan kerjasama itu dihadiri oleh pimpinan RS Unair dan delegasi dari Kedutaan Besar Belanda, terdiri dari Kementerian Kesehatan Belanda, pengusaha, dan direktur rumah sakit. Kerjasama antar kedua belah pihak akan berfokus pada penyakit Tuberkulosis, HIV/AIDS, pengembangan kesehatan jantung, Microsurgery, kanker, dan kecantikan.

Kedutaan Besar Belanda menaruh perhatian besar terhadap RS Unair karena merupakan salah satu rumah sakit pendidikan terkemuka yang ada di Indonesia. RS Unair memenuhi syarat sebagai rumah sakit berkompeten karena letaknya yang strategis di pusat kota, juga tenaga kesehatan yang punya potensi mumpuni.

Alasan lain, RS Unair pada 2019 merencanakan re-akreditasi nasional dan internasional. RS tersebut juga sedang mempersiapkan Global Medical Tourism dengan harapan turis domestik maupun luar negeri bila ingin mendapat pelayanan kesehatan bisa ke RS Unair.

Penjajakan kerjasama itu dibuka dengan sambutan dari Prof. dr., Nasronudin, Sp.PD-KPTI selaku Direktur RS Unair. Ia berterimakasih kepada Health Delegation of the Kingdom of the Netherlands karena telah berkenan hadir.

Dalam forum itu Prof Nasron menjelaskan tentang profil RS UNAIR yang berisi target dari tahun 2016-2020, doctor patient interface pada 2025, serta peran RS Unair dalam menanggulangi bencana di Lombok, yakni dengan mendirikan Rumah Sakit Terapung.

"Saat ini RS Unair tengah berusaha memecahkan masalah Penyakit infeksi (Global Problems dan National Problem). Dalam hal ini, kami juga berperan aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan nasional maupun internasional dengan mendirikan rumah sakit isolasi khusus Infectious Disease (Rumah Sakit Khusus Infeksi/RSKI)," ujar Prof. Nasro.

Presentasi pertama dilakukan oleh Prof. Dr. Muhammad Amin, dr., Sp.P(K) selaku wakil direktur pendidikan dan riset RS Unair. Ia menyinggung tentang kesehatan masyarakat terkait Tuberkulosis. Selain itu, ia juga menjelaskan strategi dan pengembangan, melalui keterlibatan mahasiswa program S3, kesempatan mendapatkan pendanaan, serta jaringan dan kapasitas peningkatan kemampuan.

Presentasi kedua dijelaskan Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS UNAIR dr. Hamzah, Sp. An KIC. Dalam kesempatan itu ia menjelaskan tentang pelayanan yang diberikan di RS Unair. [adg/suf]

Tag : unair

Komentar

?>