Senin, 19 Nopember 2018

E-Learning di Unej Belum Optimal

Jum'at, 09 Nopember 2018 22:50:46 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
E-Learning di Unej Belum Optimal

Jember (beritajatim.com) - Ada tiga hal yang sangat penting dalam model pembelajaran perguruan tinggi saat ini, yakni Lesson Study Learning Community (LSLC), pembelajaran dalam jaringan atau e-learning dengan proporsi 75 persen di antaranya tatap muka.

Hal ini dikemukakan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jember (LP3M) Akhmad Taufiq, dalam pembukaan seminar Hasil Implementasi Hibah PKP-PBMRI 4.0, di Gedung LP3M Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018).

"Critical thinking dalam hal ini diharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kepada mahasiswa dalam memasuki Revolusi Industri 4.0 diera mileinal saat ini," kata Taufiq.

"Dalam praktiknya era revolusi industri 4.0 berbasis pada pembelajaran daring. Dengan kata lain pembelajaran goib harus terbentuk sinergi antara dosen dan mahasiswa," tuturnya.

Universitas Jember menggunakan pembelajaran berbasis Moodle atau bisa disebut E-Learning, Sebagaimana Peraturan Menteri Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kualitas pembelajaran menentukan hasil pendidikan kepada mahasiswa. Terlebih di era revolusi Industri 4.0 Perguruan tinggi harus siap bersaing menentukan metode pembelajaran baik offline atau online.

Penerapan E-learning ini masih belum optimal, karena masih belum banyak dosen yang memanfaatkannya untuk pembelajaran yang berbasis Student Centered Learning (SCL). Keberadaan E-learning masih belum mampu mengubah paradigma menuju pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau SCL. Padahal kehadiran E-Learning seharusnya dapat menjadi media pembelajaran yang interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. [wir/suf]

Tag : unej

Komentar

?>