Rabu, 21 Nopember 2018

Ribuan Siswa dan Mahasiswa Gresik Deklarasi Anti Khilafah

Selasa, 06 Nopember 2018 19:27:26 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Ribuan Siswa dan Mahasiswa Gresik Deklarasi Anti Khilafah

Gresik (beritajatim.com)- Ribuan siswa sekolah menengah (SMA) sederajad dan mahasiswa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendeklarasikan diri "Jaga Indonesia" sebagai bagian kepedulian terhadap bangsa, serta mencegah perpecahan antargolongan di Indonesia.

"Indonesia saat ini memasuki tahun politik, dan itu sangat rawan, karena diketahui banyak golongan menggunakan simbol agama coba membenturkan sama lainnya. Karena itu, perlu ada kepedulian bersama," ujar Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Nadlif yang membuka deklarasi itu di Gedung Petrokimia Gresik, Selasa (6/11/2018).

Ia menambahkan, saat ini bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami dan jatuhnya pesawat Lion Air. Oleh karena itu, perlu rasa optimistis untuk keluar dari semua cobaan yang ada.

"Mari bersama- kita kuatkan persatuan agar tidak bisa dibenturkan satu sama lainnya. Melalui deklarasi ini, bisa menyatukan semuanya karena pemuda adalah harapan bangsa, dan perananya tidak bisa dilupakan sampai kapan pun," ungkapnya.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro yang hadir dalam deklarasi itu berterima kasih atas deklarasi yang dilakukan oleh para pelajar di Gresik.

"Kalian generasi muda di hadapkan saya, jadilah generasi terbaik, empati dan kuat dalam mempertahankan keutuhan negara dan ideologi bangsa," ujarnya.

Ia mengatakan, penggantian ideologi dari Pancasila ke Khilafah harus dihentikan melalui wawasan kebangsaan yang dapat membuka pola pikir baru, dan perlu bersinergi bersama-sama memberantas hal tersebut.

"Beragam peristiwa terjadi di negeri ini, seperti pembakaran HTI di Garut dan munculnya berita hoax. Di Gresik juga ada, namun sudah kami tangkap dua orang yang sengaja menyebarkan berita hoax," paparnya.

Wahyu mengaku, jajaran Polres seluruh Indonesia kini juga sedang fokus mengantisipasi bahaya tersebut, sebab diduga gerakan penggantian ideologi itu diluar sudah dilarang, tapi didalam masih ada, dan kegiatan itu memang tidak kelihatan.

"Oleh karena itu, perlu bersama-sama waspada khususnya gerakan Khilafah oleh HTI," pungkasnya.

Sementara itu, usai kegiatan deklarasi dilanjutkan dengan seminar kebangsaan, yang mengambil tema "Menabur Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kepahlawanan untuk Generasi Milinea" .

Acara itu yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik itu juga memberikan apresiasi atau penghargaan kepada beberapa siswa yang berprestasi.

"Kami dari PWI Gresik ingin menjadi bagian kecil yang turut memajukkan Gresik dan mendorong generasi milineal Gresik untuk terus berprestasi, khususnya di moment Sumpah Pemuda dan menjelang Hari Pahlawan," tandas Ketua PWI Gresik, Sholahuddin. [dny/ted]

Tag : hti khilafah

Komentar

?>