Senin, 19 Nopember 2018

Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

ITS Kembangkan Wisata Pantai Selong Belanak Lombok

Selasa, 06 Nopember 2018 19:16:40 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
ITS Kembangkan Wisata Pantai Selong Belanak Lombok

Surabaya (beritajatim.com) - Pulau Lombok merupakan salah satu pulau dengan banyak tujuan destinasi wisata. Salah satunya adalah Pantai Selong Belanak yang merupakan pantai di daerah Praya Barat, Lombok Tengah yang terkenal sebagai tempat peselancar pemula.

Sejauh ini Panti Selong Belanak menjadi primadona turis mancanegara untuk berselancar, pada highseason (musim liburan) pengunjung bisa mencapai 50.000 orang. Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu pada highseason, kehidupan masyarakat pribumi Selong Belanak, menurut Survey yang dilakukan oleh tim pemberdayaan masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dinilai rendah dan tidak terlalu berperan terhadap perkembangan Selong Belanak.

Dr. Janti Gunawan salah satu tim ahli dari ITS kepada beritajatim.com mengatakan bahwa akses dan tata kelola di Pantai Selong Belanak juga sangat sederhana, dan masih bisa dan potensial untuk dikembangkan lebih besar dengan basis pemberdayaan masyarakat.

"Para pengunjung manca negara sangat suka disini, karena Selong Belanak ini merupakan primadona, pantainya bersih, lembut, tidak ramai penjual tapi pengunjung juga kesusahan untuk mendapatkan akses penginapan dan makanan yang sesuai dengan keinginan mereka, akses jalan masuk juga belum baik kamar mandi juga cuma ada 2. Tentunya itu masih bisa dimaksimalkan," ujar Janti, Selasa (6/11/2018).

Selain itu, Janti juga menambahkan bahwa desa nelayan dan warung warung di daerah Pantai Selong Belanak ini terlalu dekat dengan laut dan tidak mengikuti kaidah keamanan lingkungan (termasuk bencana tsunami). Warung-warung juga tidak memiliki nilai estetika, sehingga tidak menarik perhatian pengunjung dan menjadi sangat sepi. Selain itu pusat perekonomian masyarakat pun belum dimaksimalkan, tidak adanya pertokoan sovenir yang memadai, akses pertukaran uang, ATM dan lain sebagainya.

"Masih banyak sekali yang perlu dimaksimalkan di Selong Belanak ini, tidak hanya akses fisik seperti jalan masuk, parkir, toilet bersih, warung dan sebagainya. Padahal masyarakat sini sudah punya modal pantai yang bagus, dan semua disini diurus dengan beach boy dan orang lokal, jadi sangat disayangkan kalau daerah ini tidak bisa berkembang," tambahnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim ITS pun secara konsisten mendampingi dan melakukan musyawarah dengan masyarakat, perwakilan pemerintah desa, masyarakat wisata, turis, pihak swasta yang berkepentingan, perwakilan nelayan, petani dan guru setempat.

ITS pun membuat aplikasi survey untuk memantau perkembangan daerah pantai Selong Belanak. Fokus ITS pun pada merevitalisasi kondisi sosial ekonomi dan budaya daerah Pantai Selong Belanak, seperti mendesign dan membangun tata letak publik Pantai Selong Belanak, memaksimalkan potensi ekonomi seperti warung-warung, aksesoris, pengerajin tenun, penginapan, pengelolaan kegiatan laut dan sebagainya.

Sekertaris Desa Selong Belanak, Nasri Fatoni pun mengaku bahwa dengan adanya bantuan tim pemberdayaan masyarakat di Selong Belanak diharapkan mampu membawa perubahan yang Lebih baik.

"Masyarakat disini sangat senang dengan adanya tim Ahli dari ITS ini, dengan begitu kita dapat banyak pelajaran untuk mengembangkan potensi kami. Poin yang paling penting adalah ITS mau membantu kami untuk secara mandiri memiliki otoritas mengelola daerah ini meskipun nantinya daerah ini akan dibuka untuk investor umum," ujar pria 47 tahun itu. [adg/but]

Tag : its

Komentar

?>