Senin, 19 Nopember 2018

ITS Bantu Revitalisasi Printer Braille di SLB A YPTN Mataram

Sabtu, 03 Nopember 2018 23:01:01 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
ITS Bantu Revitalisasi Printer Braille di SLB A YPTN Mataram

Surabaya (beritajatim.com) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mengambil bagian untuk membantu saudara Tuna Netra di Indonesia dengan merevitalisasi mesin braille di 23 Sekolah Luar Biasa (SLB) prioritas di pelosok Indonesia.

Salah satu SLB prioritas tersebut adalah SLB Al- Mahsyar Yayasan Pendidikan Tuna Netra (YPTN) MATARAM yang hari ini disambangi oleh Rektor ITS, Prof. Joni Hermana dan tim Braille ITS. SLB A YPTN MATARAM merupakan SLB yang berfokus pada murid-murid tuna netra dan memiliki satu mesin braille yang digunakan sehari-hari sebagai alat penunjang pembelajaran utama yang direvitalisasi oleh Tim dari ITS.

"Kami awalnya memiliki mesin braille dari Norwegia dengan tipe 200 tapi mengalami kerusakan saat hendak membuat buku modul, sehingga saya langsung menghubungi tim ITS. Alhamdulillah hanya dalam waktu 2x24 jam tim langsung kesini membenahi," ujar Ahmad Fatoni salah satu guru di SLB A YPTN Mataram, Sabtu (3/11/2018).

Fatoni pun mengaku bahwa keberadaan tim ITS yang merevitalisasi mesin braille satu-satunya di SLB tersebut sangat membantu. Ia mengatakan bahwa awalnya mesin braille di sekolah tersebut memiliki kecepatan 200 karakter perdetik kemudian setelah direvitalisasi mesin braille menjadi berkecepatan 400 karakter perdetik atau setara dengan 1200 halaman perjam.

"kami benar-benar terbantu dengan kehadiran tim ITS ini, kami tidak bisa membeli spareparts dan tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Tim ITS kemari tidak hanya membantu memperbaiki tapi juga memodifikasi sparepartsnya agar bisa dibuat dan diproduksi sendiri, karena kalau harus beli harus ke Norwegia dan itu mahal sekali," tambah Fatoni.

Senada dengan pernyataan Fatoni, Tri Arief Sardjono selaku Ketua tim Braille dan Dekan Fakultas Teknologi Elektro mengatakan bahwa Revitalisasi Mesin Braille ini merupakan program dari PKLK KEMENDIKBUD sejak tahun 2012 dengan target memperbaiki 100 mesin braille rusak di SLB seluruh Indonesia.

"banyak mesin (braille, red) yang rusak dan tidak ada support dari Norwegia, kami bahkan menghubungi perusahaan pembuat komponen nya tapi tidak ada respon yang berarti, sehingga kami atas dukungan dari Kemendikbud bisa merevitalisasi bahkan membuat 5 protipenya," ungkap Tri.

Tim Braille ITS bertugas tidak hanya merevitalisasi mesin, tapi juga menyiapkan bimbingan dan ilmu dalam pengoperasian mesin braille kepada guru dan operator. Serta mendorong SLB mampu menjadi provaiders, publisher, library, training center media braille. Selain itu tim braille ITS juga menyiapkan program internship para guru SLB ke laboratorium milik ITS.

5 prototipe buatan tim braille ITS saat ini sudah diberikan ke SLB yang ada di Ambon, Jaya Pura dan Pangkal Pinang, satu berada di Laboratorium ITS dan satu lagi akan diserahkan kepada Pemkot Surabaya pada 10 November mendatang. Protipe braille buatan ITS ini 1/3 lebih murah dibandingkan dengan harga mesin braille dari Norwegia.

"Saat ini jika dikruskan kalau mesin dari Norwegia mencapai 1,5 M, tapi kami berhasil membuat yang lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah baik yakni 500 jutaan," ujar Tri. [adg/kun]

Tag : its

Komentar

?>