Minggu, 18 Nopember 2018

Konflik Kepengurusan Universitas Kanjuruhan, Mahasiswa Saling Bentrok

Senin, 15 Oktober 2018 19:48:24 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Konflik Kepengurusan Universitas Kanjuruhan, Mahasiswa Saling Bentrok

Malang (beritajatim.com) - Konflik kepengurusan di Universitas Kanjuruhan meruncing. Dua massa dari kubu Rektor Pieter Sahertian dan Pjs Rektor Koento Adji terlibat bentrok, di kampus, Senin, (15/10/2018).

Bentrok fisik ini menimbulkan tiga korban luka-luka, diantaranya satpam dan mahasiswa dari kubu Rektor Pieter Sahertian. Tiga korban itu terkena lemparan benda tumpul dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

"Pagi tadi ada 40 orang pendukung Pjs Rektor Koento masuk ke dalam ruang rektor. Mereka datang pagi saat masih sepi. Sekitar pukul 6.30 wib," kata Kabag Humas Unikama, Ali Ismail.

Setelah itu kubu, Rektor Pieter datang sekira pukul 07.00 WIB. Kehadiran dua kubu membuat suasana panas. Tak lama berselang aksi baku hantam terjadi antara kedua kubu.

Akibat kericuhan ini, kaca dibagian lorong ruang rektor pecah. Untuk membubarkan masa kubu pendukung Pjs Rektor Koento diangkut dengan truk polisi keluar universitas. Kini kantor rektorat dipasang garis polisi.

Rektor Pieter mengecam aksi penyerangan yang dilakukan oleh Pjs Rektor Koento. Menurutnya aksi arogan dan premanismen tidak seharusnya dilakukan di dalam kampus. Sebab, bentrokan yang terjadi mencoreng wajah kampus sebagai lembaga pendidikan.

"Cara untuk memperoleh kekuasaan bukan seperti itu. Menurut saya ini tindakan yang tidak mendidik. Mereka masuk membawa batu dan parang. Artinya kita tahu kualitas person yang ada di sana," tandas Pieter. (luc/kun)

Komentar

?>