Sabtu, 17 Nopember 2018

FK Unair Datangkan Dosen Tamu dari Jepang

Senin, 15 Oktober 2018 17:17:51 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
FK Unair Datangkan Dosen Tamu  dari Jepang

Surabaya (beritajatim.com) - Penyakit Tuberkulosis memang masih menjadi salah satu penyakit dengan dampak mematikan yang tinggi.

Terkait hal tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengadakan seminar oleh Dosen Tamu dari Jepang, yakni Dr. Manabu Ato Ph.D dari National Institute Infectitous Japan dan Prof. Sohkichi Matsumoto Ph.D. dari Niigata University Japan, Senin (15/10/2018).

Dua dosen tamu tersebut datang untuk memberikan sumbangsih ilmunya untuk riset pengetahuan mengenai Tuberkulosis. Wakil Dekan 3 FK Unair, Prof. Dr. Ni Made Merta Niasih mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam riset mengenai Tuberkulosis.

"Ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan International Confren of Infectitous Deasese yang membahas dalam hal ini kami juga mendatangkan para ahli dari Jepang sebagai salah satu negara maju yang sudah mengembangkan berbagai obat untuk mengatasi masalah infeksi yang salah satunya paling besar berasal dari Tuberkulosis ini " ujar Merta.

Penelitian tentang vaksin yang sedang dikembangkan oleh Dr. Manabu Ato menurut dokter Merta, merupakan salah satu peneliti pengembangan vaksin Tuberkulosis.

"Dokter Manabu Ato ini menciptakan suatu protein rekombinan yang akan memberikan efek yang positif dalam proses pencegahan dan juga terapi yang sangat aman dan tidak berbahaya," ungkap Merta

Dokter Manabu Ato sendiri menyatakan bahwa vaksin ini nantinya akan bisa dipakai tidak hanya pada bayi baru lahir melainkan juga pada remaja, dewasa dan orang tua. vaksin ini nantinya juga tidak harus diaplikasikan dengan jarum atau melalui suntikan, tetapi bisa dengan cara lain yang lebih mudah dan tidak menimbulkan efek sakit.

"Selain untuk mencegah penularan, vaksin ini dirancang juga untuk terapi atau penyembuhan. yang selama ini penyembuhan membutuhkan waktu lama nantinya diharapkan dapat diterapi dengan periode waktu yang lebih cepat," ujar dokter Manabu Ato.

Kedepannya, FK akan menyiapkan program pemerintah dalam kendali penyebaran infeksi dengan konsorsium-konsorsium untuk penanganan penyakit tuberkulosis berkerjasama dengan peneliti dari negara maju seperti Jepang, Amarika, Inggris dan lainnya. [adg/ted]

Komentar

?>