Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

RST KA Bantu Hidupkan Kembali 4 Fasilitas Kesehatan di Donggala

Rabu, 10 Oktober 2018 17:21:47 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
RST KA Bantu Hidupkan Kembali 4 Fasilitas Kesehatan di Donggala

Surabaya (beritajatim.com) - Sudah 279 Pasien korban Gempa Donggala yang sudah ditangani oleh RST KA (Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga) milik IKA (Ikatan Alumni) Universitas Airlangga (Unair). Sejak Jumat lalu (5/10/2018) RST KA tiba di Donggala dan menjadi yang pertama dan satu-satunya bantuan fasilitas medis ada untuk misi kemanusiaan membantu memberikan penanganan medis untuk para korban dan pengungsi gempa dan tsunami di Donggala.

Kepada beritajatim.com, Dr. Henry Susanto salah satu dokter spesialis yang ikut melakukan misi kemanusiaan bersama RST KA mengatakan bahwa misi kemanusiaan di Donggala ini akan dilakukan selama 2 Minggu. kemudian meneruskan pelayaran ke daerah terluar lainnya di Indonesia sebagai fokus utamanya.

Selama di Donggala ini, RST KA telah melakukan setidaknya 2 Operasi patah tulang dan membantu menghidupkan kembali fasilitas kesehatan yang sempat lumpuh di daerah Donggala.

"Saat ini kami sedang berusaha menghidupkan kembali 3 fasilitas kesehatan yang ada di Donggala baik Puskesmas maupun klinik. Sejauh ini sudah ada satu fasilitas kesehatan yang berhasil kami hidupkan yakni Puskesmas Donggala. Pelayanan di Puskesmas Donggala pun sudah dibuka, tinggal 3 titik faskes lainnya," ungkap dokter Henry.

Upaya RST KA menghidupkan kembali fasilitas kesehatan umum di Donggala, menurut dokter Henry agar jika RST KA pergi melanjutkan pelayaran, Donggala mampu secara mandiri memberikan upaya penanganan medis yang memadai.

"Kami bantu untuk bangkit lagi, seperti membersihkan bangunan yang bisa digunakan, menyiapkan obat dan alat-alat medis, apa yang bisa kami bantu dan kami berikan akan kami berikan semaksimal mungkin. Menyiapkan juga tenaga medisnya. Kami kerja sama dengan pemerintah untuk segera menghidupkan kembali faskes dan tenaga medisnya," tambahnya.

Diketahui pula bahwa selama ini operasi yang dilakukan oleh tenaga medis di RST KA merupakan operasi patah tulang. Dokter Henry pun mengatakan bahwa tidak terlalu banyak korban trauma fisik, mayoritas yang datang berobat untuk penyakit yang memang biasa terjadi di lingkungan pengungsian seperti diare, flu dan sebagainya.

"Nanti juga ada operasi patah tulang 1 pasien. selebihnya belum ada jadwal operasi lagi. Operasi masih dilakukan di atas kapal. Jadi di Donggala ini sudah ada dua titik faskes yakni RST KA  dan Puskesmas Donggala," kata dokter spesialis andrologi ini.

Hari ini RST KA melakukan pelayanan kesehatan berkolaborasi dengan 6 dokter umum dan 1 dokter spesialis dari Pemkot Surabaya serta 11 orang tenaga medis baik dokter maupun perawat dari tim RS Karsa Husada Batu Malang. [adg/but]

Tag : unair

Komentar

?>