Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

UMN Ingin Jajaki Kerjasama dengan ITS

Selasa, 25 September 2018 20:22:20 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
UMN Ingin Jajaki Kerjasama dengan ITS

Surabaya (beritajatim.com) - Semenjak berstatus menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin mantap menyebarkan kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Hal ini pun menarik minat Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk melakukan penjajakan kerja sama yang ditandai dengan kunjungan delegasinya ke kampus ITS, Selasa (25/9).

Delegasi sebanyak tiga orang yang dipimpin oleh Rektor UMN Dr Ninok Leksono MA ini diterima langsung oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD bersama jajarannya di Gedung Rektorat ITS.

ITS yang telah berdiri lebih dari setengah abad tentunya punya banyak pengalaman yang bisa dibagi kepada UMN yang masih berusia 10 tahun ini. Terlebih akhir-akhir ini, ITS seringkali turut andil dalam proses perkembangan bangsa dengan senantiasa menelurkan inovasi-inovasi pemecah permasalahan bangsa.

Dengan status PTN-BH, ITS semakin bisa melakukan pengelolaan dan pendistribusian potensi yang dimilikinya. Sasaran strategi kontribusinya pun telah ke tingkat nasional, yang secara tidak langsung kemudian menjadikan ITS sebagai representasi Indonesia di kancah internasional. “Hingga saat ini kami juga telah memberangkatkan 356 mahasiswa Bidikmisi ke luar negeri, dengan tujuan agar mereka punya kesempatan untuk membuka wawasan yang lebih luas,” papar Joni.

Di kesempatan tersebut, pihak UMN juga ingin tahu sikap ITS dalam merespon guncangan dalam dunia industri di Indonesia yang kemudian berpengaruh juga terhadap sektor pendidikan. Penetrasi asing yang selama ini masih menggerogoti dunia industri Indonesia dirasanya masih sulit untuk dikurangi. “Padahal kami lihat cukup banyak inovasi produk dari anak bangsa, termasuk ITS, yang dirasa mampu menjawab persoalan yang selama ini masih diselesaikan melalui pihak asing,” tutur Ninok Leksono.

Untuk menjawab hal itu, ITS kembali pada esensi status PTNBH yang dianutnya yaitu pengembangan riset yang kemudian diarahkan menjadi produk inovasi industri. Hasilnya, kini ITS masih berada di jajaran lima besar perguruan tinggi yang publikasi risetnya terindeks Scopus. “Total penelitian yang dilakukan ITS selama tiga tahun terakhir ini saja, sudah mencapai 2.500 lebih,” ungkap Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian dan Hubungan Internasional, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc.

Selain itu, lanjut Ketut, ITS juga tengah merancang pusat pengembangan potensi yang dimiliki sivitas akademikanya yang diberi nama ITS Science and Technopark. Di dalamnya nanti akan menampung berbagai pusat pengembangan di bidang maritim, otomotif dan juga industri kreatif. Sehingga diharapkan akan muncul kerja sama antara ITS dengan UMN di bidang-bidang tersebut, baik dalam bentuk joint research, joint center, workshop, training, joint program dan masih banyak lagi. [adg/but]

Tag : its

Komentar

?>