Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Warga Karang Menjangan: Unair dan Kontraktor Belum Sosialisasi pada Kami

Sabtu, 22 September 2018 15:37:21 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Warga Karang Menjangan: Unair dan Kontraktor Belum Sosialisasi pada Kami
Martono Warga Karang Menjangan Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Pernyataan Rektor Universitas Airlangga M. Nasih terkait sudah adanya komunikasi antara pihak warga dan kontraktor mendapatkan sangkalan.

Warga Karang Menjangan 8 Surabaya menegaskan bahwa selama ini mereka belum mendapatkan sosialisasi dalam bentuk apapun. Baik dari pihak Universitas, maupun pihak kontraktor.

"Belum ada Mas, belum ada sama sekali itu sosialisasi. Dari Universitas maupun kontraktor," kata Martono selaku perwakilan warga Karang Menjangan 8.

Senada dengan Martono, Gimah selaku sesepuh kawasan setempat juga berharap adanya komunikasi dengan warga setempat.

"Pembangunan yang sudah berlangsung lebih dari 2 bulan ini tanpa ada sosialisasi sama sekali terhadap warga sekitar. Padahal pembangunan tersebut hanya berjarak 2 meter dari rumah warga," kata Gimah.

"Warga berharap pihak Universitas maupun pengembang dapat memberikan kompensasi ganti rugi akibat kerusakan tersebut meski begitu hingga kini belum ada komunikasi dengan warga," tegasnya.

Sebagai informasi, kasus ini bermula pantauan beritajatim.com, Sabtu (22/9/2018). Mega proyek pembangunan gedung parkir yang dilakukan oleh Universitas Airlangga (Unair) ternyata menyimpan masalah bagi warga di sekitar lokasi pembangunan.

Puluhan bangunan rumah yang lokasinya berdekatan dengan proyek saat ini mulai terdampak oleh getaran pemasangan tiang pancang. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan jika titik pemancangan hanya memiliki jarak kurang dari 2 meter dengan rumah warga.

Otomatis, getaran yang ditimbulkan cukup terasa. Bahkan, mulai berdampak kepada struktur bangunan rumah warga sekitar yang saat ini sudah terlihat retak dibeberapa sudut ruangan.

Dikonfirmasi terpisah, Prof. Muhammad Nasih selaku Rektor Unair mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kewenangan kepada kontraktor atas pembangunan tersebut.

"Sudah ada musyawarah dengan warga dan kontraktor. Kontraktor siap memperbaiki kalau ada retak disebabkan pembangunan. Terlebih lagi kita membangun fasilitas umum penunjang pendidikan, bukan berniat merusak atau apapun itu," tegas Nasih pada kesempatan berbeda.[ifw/ted]

Komentar

?>