Selasa, 16 Oktober 2018

Ubaya Tuan Rumah Diskusi Musikal Anti Korupsi

Jum'at, 21 September 2018 19:25:36 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ubaya Tuan Rumah Diskusi Musikal Anti Korupsi

Surabaya (beritajatim.com) - Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (Pusham Ubaya) menjadi tuan rumah "Diskusi Musikal Anti Korupsi” yang diadakan oleh Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), Jumat (21/9/2018).

Diskusi ini menghadirkan Meutia Hatta, putri Bung Hatta sekaligus Antropolog, Agus Rahardjo selaku Ketua KPK, dan Sharmi Ranti founder Perkumpulan BHACA sebagai pembicara. Tidak hanya pembicara hebat yang akan membagikan pengalamannya, di sela-sela diskusi diselingi alunan musik penampilan band Sister in Danger yang ideologi musiknya menyuarakan tentang anti korupsi.

"Jadi bukan band musik seperti pada umumnya," jelas Inge Christanti, Staff Pusham selaku Koordinator Diskusi Musikal Anti Korupsi.

Setiap tahunnya BHACA memberikan penghargaan bagi insan-insan di Indonesia yang dinilai memiliki upaya untuk mendukung perilaku anti korupsi. Kegiatan awal sebelum penghargaan tersebut adalah diskusi anti korupsi dalam bentuk diskusi musikal yang menyasar mahasiswa di universitas Jawa-Bali.

Diskusi ini juga digelar mengingat jumlah kasus korupsi di Indonesia yang semakin bertambah baik secara jumlah pelaku maupun tingkat jabatan pelaku. Upaya-upaya kampanye anti korupsi telah dilakukan, tetapi belum memiliki dampak yang berarti. Hal ini menunjukkan bahwa perlu ada berbagai macam upaya peningkatan penyadaran yang diberikan pada berbagai lapisan masyarakat.

Sebelumnya Diskusi Musikal Anti Korupsi telah diselenggarakan di beberapa kampus antara lain, Universitas Negeri Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Udayana Bali, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Tangerang dan sebagainya.

"Diskusi mengenai korupsi sangat sejalan dengan misi Pusham sebagai upaya inisiasi penghormatan hak asasi manusia terutama hak ekonomi, sosial dan budaya. Apalagi tahun ini BHACA menyasar kelompok muda sebagai peserta diskusi, hal itu sangat bermanfaat untuk mengedukasi mahasiswa khususnya di Ubaya," ujar Inge mengenai rincian acara.

Pusham Ubaya berharap melalui diskusi yang terbuka bagi mahasiswa Se-Surabaya ini, mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang tindak pidana korupsi. Selain itu mahasiswa dapat mengenali upaya-upaya pemberantasan korupsi dan terdorong untuk ikut dalam aksi pemberantasan korupsi.

Agus Raharjo pun mengatakan bahwa harapan kedepannya untuk Ubaya adalah Ubaya mampu menjadi kampus garda depan dalam pemberantasan kebiasaan korupsi.

"Alangkah sangat baiknya jika Ubaya juga bisa jadi kampus yang berperan aktif dalam pemberantasan kebiasaan korupsi, misalnya kalau ada alumni Ubaya yang korupsi maka ijazah ditarik dan sebagainya," ungkap Agus.

Sejalan dengan pernyataan Ketua KPK, Meutia Hatta mengatakan bahwa anak muda adalah garda depan dalam pemberantasan budaya korupsi.

"Anak muda adalah garda depan, yang bisa menjadi treader perubahan, jadi baik sekali jika fokusnya ke universitas-universitas," pungkasnya. [adg/but]

Tag : ubaya

Komentar

?>