Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Berlayar Ke 4 Daerah untuk Misi Kemanusiaan

Selasa, 18 September 2018 13:53:30 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga Berlayar Ke 4 Daerah untuk Misi Kemanusiaan

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RST KA) kembali berlayar untuk melakukan misi kemanusiaan dibidang kesehatan.

Selama 2 bulan ke depan RST KA akan mengunjungi 4 daerah terluar Indonesia, Pulau Nusa Penida, Pelabuhan Kalabahi, Pulau Alor (NTT), Kep Maluku, Pulau Wakatobi.

Keberangkatan pertama ini dilaksanakan pada hari ini 18 September 2018 menuju lokasi pertama yakni Pulau Nusa Penida yang dijadwalkan tiba pada besok 19 September 2018. Di Pulau Nusa Penida nanti tim medis RST KA akan memberikan pelayanan medis bersama RS Udaya dan RS Klungkung dan akan menetap dari tanggal 19-22 September.

Daerah selanjutnya adalah Pelabuhan Kalabahi, Pulau Alor (NTT) selama tanggal 26-29 September, Kepulauan Maluku selama 1-23 Oktober, Pulau Wakatobi selama tanggal 30 Oktober-2 November 2018.

Keberangkatan RST KA ini merupakan misi kemanusiaan yang secara konsisten terus dilakukan oleh tenaga medis dibawah naungan Universitas Airlangga ini. Menurut Dokter Henry Wibowo selaku sekretaris yayasan RST KA kegiatan ini merupakan misi pelayanan kesehatan tingkat lanjut.

"Fokusnya pelayanan kesehatan tingkat lanjut, jadi kami tahu bahwa hampir semua daerah di Indonesia punya puskesmas atau puskesmas pembantu, jadi ini layanan kesehatan tingkat dasar, pada kondisi yg perlu tindak lanjut, di daerah tersebut fasilitas tidak ada seperti tindakan operasi dan layanan dokter spesialistik. Sehingga bisa bantu masyarakat menjadi produktif lagi," ujarnya.

Henry pun mengatakan bahwa RST KA telah selesai dengan misi di Lombok dan fokus pada daerah lainnya yang juga membutuhkan pelayanan tingkat lanjut. Alasan RST KA memilih empat daerah tersebut juga karena di daerah tersebut layanan kesehatan tingkat lanjut masih sangat kurang.

"Indonesia timur paling kaya pulau. Banyak sekali, lokasi jauh dari ibukotanya. Layanan kesehatan lanjut masih kurang. Semoga kita bisa bantu disana. Inipun solusi kecil belum menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat kepulauan, tapi bisa menyentuh langsung sudah upaya terbaik," paparnya.

Kapal medis terapung yang dipimpin oleh Dokter Christrijogo Sumantono ini pun nantinya akan membantu operasi dan rujukan dari puskesmas dan klinik daerah. Besar harapan tim medis RST KA untuk bisa menciptakan iklim pelayanan kesehatan publik bagi daerah terpencil dengan lebih baik.

"Harapan nya bisa membantu masyarakat di daerah yg dikunjungi untuk bisa produktif lagi. Membuka wawasan pemerintah daerah maupun pusat. Dengan layanan alternatif ini, mengingat pulau-pulau tersebut sudah ada sejak dulu dan juga sudah ada saudara-saudara kita disana. Seharusnya mempunyai hak layanan kesehatan seoptimal mungkin, sama dg daerah yg lain," pungkas nya.  [adg/ted]

Komentar

?>