Minggu, 21 Oktober 2018

Imunisasi Measles Rubella (MR) Tidak Sesuai Target, Ini Alasan Penolakan

Senin, 17 September 2018 21:45:23 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Imunisasi Measles Rubella (MR) Tidak Sesuai Target, Ini Alasan Penolakan

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memberikan dorongan agar masyarakat mau mengimunisasikan bayi dan anak-anak mereka untuk Imunisasi MR (Measles Rubella) untuk mencegah penyakit campak dan Rubella.

Namun imunisasi MR tersebut terus menuai polemik dan menyebabkan target imunisasi tidak bisa tercapai.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan faktor-faktor penyebab tidak tercapainya imunisasi MR dari target yang ditentukan. Dari target 95 persen, baru terealisasi sekitar 43 persen.

Menurut Anung, ada empat faktor yang menyebabkan capaian imunisasi penyakit campak/measles rubella jauh melenceng dari target.

Pertama, berkaitan dengan geografis, terutama untuk daerah-daerah di luar Pulau Jawa.
"Faktor geografis. Itu terjadi di daerah Papua dan di sebagian di luar Jawa," kata Anung saat ditemui di Poltikkes Surabaya, Senin (17/9/2018).

Kedua, berkaitan dengan keamanan bagi petugas yang melaksanakan imunisasi penyakit campak/measles rubella. Terkait kerawanan keamanan ini menurutnya terjadi juga di Papua dan di sebagian kecil wilayah di Aceh.

Ketiga, karena adanya masalah penerimaan dari masyarakat sehubungan dengan pemberitahuan atau informasi berkenaan dengan halal tidaknya sebuah vaksin.
Kemudian yang terakhir, faktornya berkaitan dengan penerimaan setelah Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa nomor 33 tahun 2018 yang menyatakan, Vaksin MR Produk SII, adalah haram.

Namun demikian, Anang tidak ingin berkomentar terlalu jauh terkait melencengnya target yang sudah ditentukan. "Besok saja, besok pagi baru kami Rataskan," ujar Anung.

Seperti diketahui, target capaian imunisasi MR, meleset jauh. Hingga kini, baru sekitar 42,98 persen dari 32 juta anak yang harus diberi vaksin dan menerima vaksinasi. Target pemerintah sendiri adalah setidaknya 95 persen anak menerima vaksinasi pada akhir September.[ted]

Komentar

?>