Sabtu, 20 Oktober 2018

Ali Ahmad Bakatsir dalam Jejak Sejarah Indonesia

Senin, 17 September 2018 11:22:49 WIB
Reporter : Indi Latif
Ali Ahmad Bakatsir dalam Jejak Sejarah Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) - Menara Center Surabaya bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Peradaban Islam untuk mengadakan sebuah seminar internasional. Tema yang diangkat 'Ali Ahmad Bakatsir, dalam Jejak Sejarah Indonesia'. Acara ini diselenggarakan di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Senin (17/09).

Seminar mendatangkan 3 narasumber. Terdiri dari Nabiel Abdul Karim Hayaza' sebagai penerjemah buku Ali Ahmad Bakatsir, Dr Imam Ghozali Said, dosen Sejarah Peradaban Islam UINSA, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, dan pembicara ketiga Dr. Abdul Hakim Abdullah Zubaidi, sastrawan dan sejarahwan dari Dubai.

Acara ini dibuka dengan penampilan drama text reading dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya UINSA. "Penampilan drama ini sebagai pengantar sebelum para narasumber memaparkan pandangannya," tutur Benang Raja Akbar Sakti Taslima sebagai Ketua Pelaksana.

Seminar internasional ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya mahasiswa. Kurang lebih 1.150 peserta yang hadir.

Harga tiket masuk (HTM) seminar ini beragam. Jika partisipasinya dari mahasiswa UINSA maka dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000, jika dari luar mahasiswa UINSA dikenakan biaya Rp. 35.000, dan bila ingin mengikuti seminar ini secara langsung tanpa daftar terlebih dahulu dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000.

Tujuan mengadakan seminar ini, lebih memperkenalkan Sejarah dengan pihak Luar Negeri yang ada kesinambungan dengan Sejarah Indonesia. "Lebih mengenalkan Sejarah, dimana pengisi materinyapun dari pihak Luar Negeri yang pasti ada kesinambungannya dengan Sejarah Indonesia," ungkapnya.

Harapan dari seminar ini untuk menyadarkan semua mahasiswa atau kalangan lain bahwa Indonesia merdeka ini tak hanya dari orang Indonesia saja yang memerdekakannya. "Tetapi banyak sekali orang yang membantu, khususnya orang Arab sendiri," pungkasnya. [ind/but]

Tag : sejarah

Komentar

?>