Selasa, 16 Oktober 2018

Diteliti Kembali, Candi Agung Dieskavasi

Senin, 27 Agustus 2018 19:10:55 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Diteliti Kembali, Candi Agung Dieskavasi

Lumajang (beritajatim.com) - Untuk menambah referensi tentang tata bangunan candi Agung di Desa/Kecamatan Randuagung; Eskavasi Balar kerjasama dengan Puslitarkenas, FiB Jurusan Arkeoligi UGM, BPCB dan Disparbud Kabupaten Lumajang. Ternyata, candi Agung memiliki pagar dalam dan luar.

"Hasil eskavasi ditemukan dua pagar, ini menambah kasanah temuan baru di Candi Agung," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang, Deni Rohman pada beritajatim.com, Senin(27/8/2018).

Menurutnya, penelitian dengan eskavasi membantu Lumajang untuk memiliki salag satu ikon candi. Sehingga, bisa menambah pengetahuan di bidang sejarah panjang kota Pisang ini.

"Candi Agung ini di dalam literasi sejarah dihubungkan dengan mahapati pertama Majapahit, Nambi," paparnya.

Eskavasi dilakukan oleh tim gabungan sejak minggu pertama bulan Agustus dan akhir tanggal 25 Agustus kemarin. Dari temuan itu, diharapkan bisa menjadi kasanah ilmu pengetahuan di bidang arkeologi nasional.

"Candi Agung ini untuk badan dan dasar masih utuh, dari eskavasi kemarin," jelas Aries Purwantiny, Arkeolog Lumajang itu.

Lanjut dia, candi Agung satu-satunya bangunan sejarah yang masih utuh dan diawasi BPCB Jatim. Sehingga, untuk lingkungan terawat oleh juru pelihara.

"Temuan ini bisa membantu Lumajang dalam meruntut sejarah masa lampaunya," pungkasnya. [har/but]

Tag : sejarah

Komentar

?>