Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk

Ceritanya Jadi Film, Tapi Monumennya Terbengkalai

Sabtu, 25 Agustus 2018 21:47:51 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Ceritanya Jadi Film, Tapi Monumennya Terbengkalai

Surabaya (beritajatim.com) - Bagi kebanyakan orang yang telah membaca atau memonton film 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck' mungkin sudah tak asing lagi dengan nama kapal legendaris itu.

Namun, kebanyakan dari tak pernah tahu jika terdapat monumen yang mengabadikan tragedi yang menimbulkan 4 korban jiwa dan 49 orang tak pernah ditemukan jasadnya.

Menurut Direktur Eksekutif Komunitas Timur Lawu, Akhmad Ryan Pratama, monumen yang terletak di kantor pelabuhan Brondong, Lamongan ini sengaja dibangun untuk memperingati tenggelamnya kapal uap milik belanda.

"Kapal Van Der Wijck ini adalah kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KMP) yang merupakan cikal bakal PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia)," jelasnya, Sabtu (25/8/2018).

Ryan juga mengatakan, nama Van Der Wijck sendiri berasal dari nama seorang gubernur Jenderal Hindia Belanda yang diangkat Ratu Emma van Waldeck-Pymont pada 15 Juni 1893.

"Ia mulai memerintah sejak 17 Oktober 1893 sampai 3 Oktober 1899, nama panjangnya Carel Hwrman Aart van der Wijk," jelasnya.

Kapal Van Der Wijck tenggelam dalam pelayaran terakhirnya menuju ke Semarang. "Berangkat dari Bali menuju Semarang dan singgah dulu di Surabaya. Kapal Tenggelam di perairan Lamongan tepatnya 12 mil dari pantai Brondong pada 20 Oktober 1936," ujarnya.

Namum sayangnya monumen ini tampak tidak terurus dan terbengkalai. Beberapa warga setempat malah tidak tahu adanya dan letak monumen tersebut. [adg/suf]

Tag : sejarah

Komentar

?>