Minggu, 18 Nopember 2018

Mahasiswa Unikama Latih Guru dengan Permainan Kreatif

Kamis, 09 Agustus 2018 18:52:17 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Mahasiswa Unikama Latih Guru dengan Permainan Kreatif

Malang (beritajatim.com) - Mahasiswa Universitas Kanjuruhan, Malang yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Wadung, Pakisaji, Malang menggelar pelatihan pemanfaatan permainan. Pelatihan ini untuk pengembangan karakter anak dalam pembelajaran bagi para guru di wilayah Pakisaji.

"Karena ini sangat dibutuhkan. Penggunaan media permainan tidak terlepas dari pendidikan karakter yang sengaja dilakukkan untuk mengajak anak itu supaya memahami, dan mengaplikasian nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," kata dosen pembimbing lapangan Unikama Rahaju, Kamis (9/8/2018).

Program pelatihan ini diikuti oleh 25 guru dari sekolah RA Nurul Hidayah, RA Bustanul Ulum, SD Negeri Wadung, MTS Bustanul Ulum, MI Bustanul Ulum, MINU Wadung yang diadakan di balai desa wadung. Rahaju mengatakan pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka memfasilitasi tenaga pendidik untuk mengkaji, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahuan.

"Jadi diperlukan peran guru terutama dalam merancang sistem pembelajaran, pendekatan dan metode permainan. Upaya yang dilakukan adalah diperlukan kreativitas guru dalam pembelajaran dengan pemanfaatan permainan, sehingga tercapai sasaran yang diharapkan," papar Rahaju.

Rahaju mengatakan mahasiswa KKN sangat antusias menyampaikan materi, sehingga peserta juga memberikan respon yang sama. Kegiatan pelatihan tidak hanya sebatas pada penyampaian materi, tetapi peserta dan mahasiswa KKN diajak mempraktekan secara langsung penggunaan permainan monopoli Indonesia.

“Pada setiap sudut petak monopoli yang berukuran 5x5 M itu ada kotak bernama Aku Anak Indonesia yang berisi perintah atau pertanyaan mengenai pengetahuan daerah di Indonesia” ujar Rahaju.

Rahaju mengatakan 3 metode pembelajaran yang diajarkan adalah, matematika menggunakan permainan monopoli. Cara bermainnya menjadikan permainan monopoli Indonesia untuk menyelesaikan masalah matematika.

"Bisa juga untuk menyelesaikan masalah pelajaran yang lain seperti IPS, IPA Bahasa Indonesia. Permainan dimulai dengan pemain melempar dadu, melangkah diatas papan permainan, dan meletakan bidak pada petak," imbuh Rahaju.

"Pemain mengambil dan membacakan soal pada kartu, kemudian berdiskusi. Jika jawaban benar, pemain mendapat modal tambahan dan berhak membeli property. Jika jawaban salah, kelompok lain dapat menjawab pertanyaan tersebut," tandasnya. [luc/but]

Tag : unikama

Komentar

?>