Rabu, 22 Agustus 2018

9 Mahasiswa Asing di Ubaya Belajar Bikin Jamu

Rabu, 08 Agustus 2018 23:24:50 WIB
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
9 Mahasiswa Asing di Ubaya Belajar Bikin Jamu

Surabaya (beritajatim.com) - Sembilan mahasiswa dari tujuh negara belajar membuat jamu tradisional di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya). Salah satu aktivitas mahasiswa asing selama menjalani program PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah belajar membuat jamu tradisional kunyit asam di Laboratorium Formulasi Ubaya, Rabu (8/8/2018).

"Kami mengajarkan mereka membuat jamu kunyit asam karena ini merupakan salah satu minuman tradisional di Indonesia yang relatif mudah prosesnya. Sebelumnya kami sudah menjelaskan mengenai apa itu jamu, manfaat dan beragam jenisnya," ungkap Lidya Karina, S.Farm., M.Farm., Apt, dosen pendamping dari Fakultas Farmasi Ubaya.

Bahan yang dibutuhkan sangatlah mudah seperti kunyit, jahe, asam, gula jawa, garam dan air. Pertama kunyit dan jahe dibersihkan, kemudian dihaluskan. Setelah halus, masukan jahe, kunyit, asam, gula jawa dan garam ke dalam air, kemudian ditunggu sampai mendidih. Terakhir, ampasnya disaring dan jamu kunyit asam siap dihidangkan.

Mereka yang tergabung dalam program PKL sebagai berikut; Eva Casalova dari University of Veterinary and Pharmaceutical Science Brno Czech Republic, Republik Ceko; Marko Kocevar dari University of Ljubljana, Slovenia; serta Kimskie Tjong dari University of UTRECHT Den Haag Belanda.

Kemudian Rana Khalled dari University of Alexandria Egypt Mesir; Ahmed Abodu Saeed dari University of Sohag Egypt Mesir; Marianne Jessica dari Kwame Nkrumah University of Science and Technology Kumasi Ghana; Zakaria Zreik Medical University Bulgaria; Aude Rivet dari Chatenay University – Malabry France Perancis; dan Julia dari Institute For Pharmaceutical and Biological Sciences Perancis.
 
Kedatangan sembilan mahasiswa asing ke Ubaya dalam rangka pertukaran pelajar Fakultas Farmasi. Kimskie Tjong dan kawan- kawannya di Surabaya sejak 22 Juli 2018 – 12 Agustus 2018. Selama tiga Minggu, mereka menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tiga tempat berbeda yaitu Apotek Ubaya, Apotek Kimia Farma dan National Hospital.

Kimskie Tjong mengaku sangat antusias untuk belajar membuat jamu, "Saya hanya pernah mendengar apa itu jamu, tapi belum pernah membuatnya. Saya senang bisa belajar dan tahu bagaimana khasiat jamu bekerja," ujarnya.

"Melalui praktik pembuatan jamu tradisional Indonesia, mereka bisa membandingkan dengan jamu herbal yang ada di negara mereka masing-masing. Harapannya setelah ini, mereka bisa lebih tertarik dan mengenal lebih dalam khasiat jamu Indonesia," sambung Lidya Karina.

Selain jamu, mahasiswa asing juga diajarkan bagaimana membuat sabun mandi yang terbuat dari lidah buaya. [adg/suf]

Tag : ubaya

Komentar

?>